telkomsel halo

Allianz ingatkan pentingnya evaluasi keuangan tengah tahun

06:07:00 | 30 Jul 2026
Allianz ingatkan pentingnya evaluasi keuangan tengah tahun
JAKARTA (IndoTelko) - Allianz Indonesia mengajak masyarakat melakukan evaluasi kondisi keuangan melalui financial check-up di pertengahan tahun. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan finansial dalam menghadapi berbagai risiko, mulai dari kebutuhan mendadak hingga biaya kesehatan yang terus meningkat.

Menurut Allianz, enam bulan pertama tahun berjalan sering menjadi periode dengan banyak pengeluaran besar, seperti kebutuhan Hari Raya, liburan, biaya pendidikan, maupun kebutuhan keluarga lainnya. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kestabilan keuangan apabila tidak diimbangi dengan perencanaan yang baik.

Data Allianz Indonesia menunjukkan sepanjang Januari hingga Juni 2026, perusahaan telah membayarkan klaim sebesar Rp1,8 triliun, meningkat 4,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Klaim kesehatan terbesar pada periode tersebut antara lain berasal dari kanker payudara dengan nilai lebih dari Rp77,6 miliar, diare lebih dari Rp50,4 miliar, infeksi saluran pernapasan atas lebih dari Rp34 miliar, penebalan dinding pembuluh darah arteri jantung lebih dari Rp32,8 miliar, serta infeksi bakteri lebih dari Rp29,3 miliar.

Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti, mengatakan perencanaan keuangan tidak hanya berfokus pada peningkatan aset, tetapi juga memastikan aset tetap terlindungi ketika menghadapi risiko.

“Financial check-up menjadi kesempatan untuk meninjau kembali apakah dana darurat, perlindungan kesehatan, maupun target keuangan masih sesuai dengan kondisi saat ini,” ujar Ni Made.

Ia menjelaskan, evaluasi keuangan secara berkala diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui apakah strategi finansial yang telah dibuat masih relevan. Beberapa aspek yang perlu diperiksa antara lain kecukupan dana darurat, rasio utang, serta perlindungan kesehatan.

Allianz Indonesia membagikan lima hal yang dapat menjadi perhatian saat melakukan financial check-up, yaitu:

Pertama, memastikan dana darurat masih mencukupi. Idealnya, dana darurat berada pada kisaran tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan. Jika sebelumnya digunakan untuk kebutuhan tertentu, pengisian kembali perlu menjadi prioritas.

Kedua, mengevaluasi pengeluaran rutin yang tidak disadari dapat membebani keuangan. Masyarakat disarankan memeriksa kembali transaksi selama beberapa bulan terakhir untuk menemukan pengeluaran yang kurang memberikan manfaat.

Ketiga, meninjau kembali jumlah cicilan. Total kewajiban bulanan perlu dijaga agar tetap proporsional terhadap pendapatan sehingga masih tersedia ruang untuk menabung, berinvestasi, dan menghadapi kebutuhan tidak terduga.

Keempat, memastikan perlindungan kesehatan tetap sesuai kebutuhan. Risiko kesehatan dapat muncul kapan saja dan berpotensi memberikan tekanan finansial apabila tidak memiliki perlindungan yang memadai.

Kelima, mengevaluasi kembali target keuangan tahunan. Perubahan kondisi ekonomi maupun kebutuhan keluarga dapat menjadi alasan untuk menyesuaikan strategi agar tujuan finansial tetap realistis.

Ni Made menegaskan bahwa financial check-up bukan hanya tentang melihat jumlah uang yang tersedia, tetapi juga mengukur kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.

GCG BUMN
“Seperti halnya kita tidak menunggu sakit untuk menjaga kesehatan, kita juga tidak perlu menunggu risiko datang untuk mulai mengevaluasi kondisi keuangan,” tutup Ni Made. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories