telkomsel halo

Xurya perkuat transisi energi sektor industri

08:08:00 | 01 Jul 2026
Xurya perkuat transisi energi sektor industri
JAKARTA (IndoTelko) - Meningkatnya pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia mendorong sektor industri semakin aktif mengadopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Di tengah tren tersebut, Xurya menilai keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan perusahaan memilih mitra implementasi yang mampu menjaga keandalan sistem dalam jangka panjang.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan realisasi bauran EBT Indonesia telah mencapai 17,89 persen hingga April 2026, melampaui target tahunan sebesar 16,46 persen. Capaian tersebut mencerminkan semakin besarnya pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor, termasuk industri dan komersial.

Co-Founder sekaligus Director Technology Xurya, Edwin Widjonarko, mengatakan implementasi PLTS merupakan investasi jangka panjang sehingga perusahaan umumnya lebih selektif dalam menentukan pengembang proyek.

Menurutnya, selain kualitas pemasangan, perusahaan juga mempertimbangkan kemampuan penyedia layanan dalam memastikan sistem tetap beroperasi optimal selama masa penggunaan.

“Berdasarkan pengalaman kami, salah satu tantangan terbesar dalam mendorong adopsi PLTS di sektor industri dan komersial adalah karena PLTS merupakan investasi jangka panjang. Karenanya, perusahaan perlu yakin bahwa mereka memilih developer PLTS yang tepat,” ujar Edwin.

Sejumlah pelanggan Xurya tercatat terus memperluas penggunaan PLTS di fasilitas operasional mereka. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), misalnya, telah mengembangkan implementasi PLTS di 20 pabrik dengan total kapasitas mencapai 8 MWp sejak memulai kerja sama pada 2021.

Ekspansi serupa juga dilakukan PT Uni-Charm Indonesia Tbk yang kini mengoperasikan PLTS di tiga fasilitas dengan kapasitas lebih dari 12 MWp. Sementara FKS Group memperluas implementasi ke tujuh lokasi dengan kapasitas lebih dari 4 MWp.

Selain itu, CT Corp mengembangkan PLTS di tiga lokasi Trans Studio Mall, yakni Bandung, Cibubur, dan Makassar. Primaya Hospital Group telah menerapkan PLTS di dua rumah sakit dengan total kapasitas lebih dari 550 kWp, sedangkan Gajah Tunggal memperluas implementasi hingga empat lokasi dengan total kapasitas mencapai 16 MWp.

Untuk mendukung kebutuhan pelanggan, Xurya memperkuat layanan melalui pengembangan solusi PLTS, termasuk sistem off-grid hybrid, pemantauan kinerja secara real-time, layanan operasi dan pemeliharaan selama 24 jam, serta penerapan standar nasional maupun internasional dalam setiap proyek.

Perusahaan menyebut telah menyelesaikan lebih dari 300 proyek PLTS dengan total kapasitas terpasang melampaui 200 MW. Sepanjang 2025, portofolio proyek tersebut mencatat indeks performa agregat di atas 100 persen.

Edwin menambahkan hampir separuh proyek yang dikerjakan perusahaan berasal dari pelanggan yang kembali memperluas implementasi PLTS di fasilitas lain. Sementara lebih dari 50 persen pelanggan baru diperoleh melalui rekomendasi mitra bisnis.

Dari sisi layanan, survei internal bersama Populix menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan mencapai 4,6 dari skala 5. Layanan operations and maintenance (O&M) menjadi aspek yang memperoleh penilaian tertinggi karena dinilai berperan menjaga keandalan sistem setelah beroperasi. Xurya juga memperoleh Outstanding Operational Excellence Award dari LAPP Indonesia atas pengelolaan proyek PLTS yang dinilai konsisten.

GCG BUMN
Ke depan, Xurya menyatakan akan terus memperkuat kapabilitas teknis dan layanan guna mendukung sektor industri dan komersial membangun sistem energi yang lebih andal sekaligus mempercepat transisi menuju pemanfaatan energi bersih di Indonesia. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories