telkomsel halo

Bitcoin tertekan di bawah US$60.000, waspadai risiko koreksi ke US$55.000

07:09:00 | 27 Jun 2026
Bitcoin tertekan di bawah US$60.000, waspadai risiko koreksi ke US$55.000
JAKARTA (IndoTelko) - Harga Bitcoin kembali berada di bawah level psikologis US$60.000 setelah tertekan sentimen makroekonomi global dan aksi likuidasi di pasar derivatif. Analis Tokocrypto menilai level US$58.000 menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.

Harga Bitcoin melemah sekitar 3,13% dalam 24 jam terakhir menjadi US$59.695,46 pada Jumat (26/6) pukul 13.00 WIB. Mata uang kripto terbesar di dunia itu bahkan sempat menyentuh level terendah harian di kisaran US$58.000 sebelum kembali bergerak di bawah US$60.000.

Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek kebijakan moneter Amerika Serikat setelah inflasi kembali menunjukkan kenaikan. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Mei tercatat naik 4,1% secara tahunan, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan tekanan terhadap Bitcoin saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen makro dan faktor teknikal.

“Pelemahan Bitcoin terutama dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Ketika inflasi AS kembali panas, ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi semakin kecil. Kondisi ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto,” ujarnya.

Menurutnya, korelasi Bitcoin dengan indeks saham seperti S&P 500 menunjukkan bahwa aset kripto tersebut masih sangat dipengaruhi perubahan ekspektasi suku bunga dan kondisi likuiditas global.

Tekanan harga juga diperburuk oleh gelombang likuidasi di pasar derivatif. Ketika Bitcoin menembus level US$60.000, banyak posisi long berleverage terlikuidasi secara otomatis sehingga memicu aksi jual berantai.

“Level US$60.000 merupakan area psikologis penting bagi pasar. Ketika level ini ditembus, banyak posisi leverage yang ikut tertekan. Hal ini menciptakan efek berantai berupa forced selling, sehingga penurunan harga menjadi lebih cepat,” kata Fyqieh.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin kini berada pada kondisi oversold dalam jangka pendek. Meski demikian, tekanan bearish dinilai masih mendominasi selama harga belum mampu kembali menembus area resistance US$61.000 hingga US$62.000.

Fyqieh menilai area US$58.000 menjadi level support yang harus dipertahankan. Apabila mampu bertahan di atas level tersebut, peluang terjadinya technical rebound menuju kisaran US$61.000 masih terbuka.

“Jika BTC mampu mempertahankan area US$58.000, potensi technical rebound atau short squeeze ke area US$61.000 masih mungkin terjadi. Namun apabila level tersebut gagal dipertahankan, risiko koreksi lanjutan menuju US$55.000 perlu diantisipasi,” jelasnya.

Selain itu, volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring jatuh tempo kontrak opsi (quarterly options expiry) Bitcoin pada 26 Juni yang berpotensi memicu pergerakan harga lebih tajam.

Dalam jangka menengah, prospek Bitcoin dinilai masih bergantung pada perkembangan kondisi makroekonomi, arus dana investor institusional, serta stabilitas pasar derivatif. Salah satu indikator yang patut dicermati adalah pergerakan dana pada ETF Bitcoin spot.

Menurut Fyqieh, apabila arus keluar (outflow) ETF mulai mereda dan kembali berubah menjadi arus masuk (inflow), kondisi tersebut dapat menjadi sinyal awal pulihnya minat investor institusional terhadap Bitcoin.

“Pasar saat ini berada dalam fase rapuh, tetapi bukan berarti tidak ada peluang pemulihan. Kuncinya ada pada stabilisasi sentimen makro, meredanya tekanan likuidasi, dan kembalinya arus dana institusional. Selama Bitcoin belum mampu merebut kembali area resistance utama, investor tetap perlu berhati-hati dan mengelola risiko dengan disiplin,” tutupnya.

GCG BUMN
Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini masih dibayangi kombinasi tekanan makro, ekspektasi suku bunga tinggi, dan aksi pelepasan posisi berleverage. Dalam waktu dekat, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati kemampuan Bitcoin mempertahankan support di US$58.000, sementara area US$61.000US$62.000 menjadi resistance terdekat yang harus ditembus untuk membuka peluang pemulihan harga. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories