telkomsel halo

Triasmitra genjot infrastruktur kabel laut, laba tembus Rp138 miliar

14:43:00 | 18 Jun 2026
Triasmitra genjot infrastruktur kabel laut, laba tembus Rp138 miliar
JAKARTA (IndoTelko) PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp138 miliar, tumbuh 63% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan, efisiensi operasional, serta optimalisasi aset infrastruktur yang dimiliki perusahaan.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Public Expose 2026, perseroan melaporkan pendapatan sebesar Rp750 miliar, naik 35% secara tahunan. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp263 miliar atau tumbuh 39% dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Utama KETR, Titus Dondi Patria, menyebut kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan strategi perusahaan dalam memperluas basis pelanggan sekaligus mengoptimalkan aset infrastruktur digital yang telah beroperasi.

Ia menegaskan bahwa permintaan terhadap kapasitas jaringan digital di Indonesia terus meningkat, sehingga menjadi peluang pertumbuhan bagi bisnis kabel laut dan kabel darat yang dijalankan perseroan.

Sejalan dengan kinerja tersebut, KETR menargetkan pendapatan mencapai Rp1,01 triliun pada 2026 atau tumbuh sekitar 35% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini akan didorong oleh optimalisasi jaringan yang ada serta monetisasi proyek strategis yang sedang berjalan.

Beberapa proyek utama yang menjadi fokus perusahaan antara lain Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 dan SKKL Median Ring Indonesia (Merindo), yang dirancang untuk memperkuat infrastruktur konektivitas nasional.

Perseroan juga menekankan transformasi bisnis dari sekadar pengembang infrastruktur menjadi penyedia aset strategis yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring revenue) secara berkelanjutan.

Pada Mei 2026, KETR telah menyelesaikan penggelaran SKKL Rising 8 segmen JakartaBatam sepanjang 1.054 kilometer. Proyek ini dilengkapi 11 repeater dan 16 fiber pair dengan kapasitas desain hingga 400 Tbps.

Menariknya, sebelum proyek rampung, KETR telah memperoleh komitmen dari lima pelanggan, yang menunjukkan tingginya kebutuhan pasar terhadap infrastruktur jaringan berkapasitas besar di Indonesia.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat pemanfaatan kapal kabelnya, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari, untuk mendukung proyek internal maupun eksternal, termasuk pekerjaan instalasi dan pemeliharaan kabel laut di berbagai wilayah Indonesia.

CLV Bentang Bahari juga diproyeksikan mendukung penggelaran SKKL Median Ring Indonesia (Merindo), yang akan menjadi salah satu proyek strategis jangka panjang perusahaan. Tahap awal proyek ini dirancang sepanjang sekitar 2.360 kilometer dengan target mulai konstruksi pada 2027 dan siap beroperasi pada 2028.

Rute jaringan Merindo akan mencakup beberapa wilayah utama seperti Banyuurip, Mataram, Makassar, hingga Labuan Bajo dan kawasan Indonesia timur lainnya, dengan kapasitas tinggi berbasis teknologi repeatered submarine cable.

Titus menegaskan bahwa seluruh proyek ini diharapkan dapat memperkuat pemerataan konektivitas digital di Indonesia sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi perusahaan.

GCG BUMN
Dengan berbagai proyek strategis yang sedang dikembangkan, KETR optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam pengembangan infrastruktur digital nasional. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories