telkomsel halo

TransTRACK perkuat keselamatan transportasi dengan AI dan telematika

05:38:00 | 17 Jun 2026
TransTRACK perkuat keselamatan transportasi dengan AI dan telematika
JAKARTA (IndoTelko) Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dinilai semakin penting dalam mendukung peningkatan keselamatan transportasi jalan di Indonesia. Melalui forum Sosialisasi Penguatan Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bersama DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) di Medan, TransTRACK mendorong pemanfaatan teknologi berbasis data untuk membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Forum yang mempertemukan regulator, pelaku industri transportasi, perusahaan asuransi, dan penyedia teknologi tersebut menjadi ajang diskusi mengenai penguatan implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) melalui pendekatan digital yang lebih proaktif.

Urgensi peningkatan keselamatan transportasi masih menjadi perhatian serius. Data Kepolisian Republik Indonesia mencatat sebanyak 156.253 kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang 2025 dengan total korban mencapai 235.789 orang. Dari jumlah tersebut, 21.717 korban meninggal dunia atau setara hampir 60 jiwa setiap hari.

Sementara itu, data Jasa Marga menunjukkan terdapat 1.119 kecelakaan di ruas jalan tol yang dikelolanya selama 2025. Kendaraan penumpang dan truk menjadi jenis kendaraan yang paling banyak terlibat, dengan faktor manusia atau pengemudi menjadi penyebab dominan hingga mencapai 86,8% dari total kejadian.

Menjawab tantangan tersebut, TransTRACK memperkenalkan konsep Safety Intelligence yang menggabungkan teknologi Driver Monitoring System (DMS) dan Advanced Driver Assistance System (ADAS) berbasis AI. Solusi tersebut dirancang untuk membantu operator transportasi mengidentifikasi perilaku berkendara berisiko, meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan.

Chief Operating Officer TransTRACK, Ledi Hari Setiawan, mengatakan pendekatan keselamatan transportasi saat ini perlu bertransformasi dari model reaktif menjadi lebih preventif dengan dukungan teknologi digital.

Menurutnya, tingginya angka kecelakaan yang dipicu faktor manusia menunjukkan perlunya sistem yang mampu mendeteksi risiko sejak dini sebelum insiden terjadi.

“Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum tidak cukup hanya mengandalkan regulasi dan komitmen organisasi. Diperlukan dukungan teknologi yang mampu memberikan visibilitas risiko secara real-time sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan lebih cepat,” ujarnya.

Melalui teknologi DMS, operator dapat memantau berbagai perilaku pengemudi yang berpotensi menimbulkan risiko, seperti kelelahan, kehilangan fokus, penggunaan telepon seluler saat mengemudi, hingga ketidakpatuhan dalam penggunaan sabuk pengaman.

Sementara itu, fitur ADAS mampu memberikan peringatan dini terhadap potensi tabrakan, perpindahan jalur yang tidak aman, serta jarak kendaraan yang terlalu dekat dengan objek di depannya.

Ledi menambahkan, pemanfaatan AI dalam keselamatan transportasi menjadi semakin relevan karena industri membutuhkan sistem pengawasan yang mampu bekerja secara otomatis, akurat, dan berbasis data.

Menurutnya, keberhasilan program keselamatan seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah kecelakaan yang dapat ditangani, tetapi juga dari kemampuan mencegah potensi kecelakaan sebelum terjadi.

Sebagai perusahaan teknologi transportasi dan logistik yang mengembangkan solusi berbasis Internet of Things (IoT), AI, dan Big Data, TransTRACK terus memperluas penerapan teknologi keselamatan di berbagai sektor industri.

Saat ini, solusi perusahaan telah digunakan pada lebih dari 200 ribu kendaraan yang beroperasi di sektor transportasi, logistik, pertambangan, perkebunan, manufaktur, dan berbagai industri strategis lainnya. Selain Indonesia, layanan TransTRACK juga telah menjangkau sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, dan Qatar.

GCG BUMN
Melalui partisipasinya dalam forum tersebut, TransTRACK berharap pemanfaatan teknologi keselamatan berbasis AI dan analitik data dapat semakin luas diterapkan oleh pelaku industri transportasi. Langkah ini diharapkan dapat mendukung implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum sekaligus membantu menciptakan ekosistem transportasi jalan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories