Mirae Asset dorong profesional mulai investasi obligasi

05:05:00 | 05 May 2026
Mirae Asset dorong profesional mulai investasi obligasi
JAKARTA (IndoTelko) Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengajak kalangan profesional mulai melirik instrumen obligasi di tengah meningkatnya gejolak ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan.

Upaya tersebut dilakukan melalui program edukasi investasi yang digelar bersama PT Antareja Mahada Makmur (AMM) di area operasional Vale Indonesia, Sorowako, Sulawesi Selatan pada 2223 April 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 karyawan AMM dengan materi mencakup investasi saham dan obligasi, kondisi makroekonomi, hingga strategi pengelolaan keuangan jangka panjang.

Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya minat peserta terhadap isu ekonomi global, mulai dari dampaknya terhadap perekonomian domestik, pergerakan pasar keuangan, hingga strategi investasi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Di tengah tekanan global seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan volatilitas harga energi, pemahaman terhadap instrumen investasi dinilai semakin penting. Dalam sesi tersebut, obligasi menjadi salah satu instrumen yang mendapat perhatian karena karakteristik imbal hasil dan risiko yang relatif lebih terukur.

Head of Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nita Amalia, mengatakan literasi investasi menjadi kunci agar masyarakat lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial.

Menurutnya, obligasi dapat menjadi pilihan awal bagi investor pemula karena memiliki profil risiko yang lebih terkendali sekaligus mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.

Sementara itu, Project Manager PT Antareja Mahada Makmur, Akhmad M. Ibrahim, menilai edukasi finansial penting untuk meningkatkan pemahaman karyawan dalam mengelola keuangan pribadi.

Ia berharap kolaborasi dengan Mirae Asset Sekuritas dapat terus berlanjut untuk memperkuat literasi investasi di kalangan tenaga kerja.

Bagi Mirae Asset, inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses edukasi investasi ke berbagai segmen masyarakat, termasuk sektor industri, guna mendorong pengambilan keputusan finansial yang lebih terarah dan berkelanjutan. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait