telkomsel halo

Ketahanan energi RI dinilai tangguh

07:04:00 | 24 Mar 2026
Ketahanan energi RI dinilai tangguh
JAKARTA (IndoTelko) - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas energi global dinilai belum berdampak langsung pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Praktisi energi dan infrastruktur, Tommy Jamail Jr., menilai sistem energi nasional memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi fluktuasi harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.

Menurutnya, gejolak di pasar energi internasional memang dapat mempengaruhi harga minyak, namun kondisi tersebut tidak serta-merta berdampak langsung terhadap pasokan BBM di dalam negeri. Infrastruktur energi Indonesia, kata dia, telah dirancang dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan tekanan eksternal.

Hal itu disampaikan Tommy saat menjadi pembicara dalam Energy Iftar Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Energy Hub di Jakarta pada Rabu (11/3/2026). Ia menjelaskan bahwa sistem distribusi dan pengelolaan pasokan energi di Indonesia telah disiapkan melalui perencanaan yang matang sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan bagi masyarakat.

Menurutnya, tantangan utama sektor energi nasional justru lebih banyak berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Dengan lebih dari 17.000 pulau, sistem logistik energi harus dirancang untuk menjamin distribusi BBM tetap berjalan ke berbagai wilayah, termasuk ketika terjadi lonjakan konsumsi seperti menjelang Idul Fitri.

Tommy juga menilai Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi volatilitas harga minyak global. Sejumlah krisis energi yang pernah terjadi di dunia menunjukkan bahwa sistem energi nasional mampu beradaptasi dengan tekanan eksternal.

Beberapa krisis global yang pernah mempengaruhi pasar energi antara lain embargo minyak pada 1973 yang dipicu konflik Perang Yom Kippur, krisis ekonomi global pada 2008, gejolak energi akibat konflik Invasi Rusia ke Ukraina 2022, hingga ketegangan terbaru di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Meski demikian, ia menilai para pelaku industri energi tetap perlu memastikan kesiapan sistem distribusi dan pengelolaan pasokan untuk menghadapi peningkatan konsumsi energi menjelang Idul Fitri.

Menurutnya, lonjakan konsumsi pada periode tersebut merupakan pola tahunan yang telah diantisipasi dalam pengelolaan sistem energi nasional. Dengan pengalaman tersebut, mekanisme penyesuaian pasokan dan distribusi biasanya telah disiapkan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

GCG BUMN
Dalam kesempatan yang sama, Tommy juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi mengenai potensi kelangkaan BBM akibat konflik global. Ia menilai tindakan panic buying justru dapat mengganggu stabilitas distribusi energi di tingkat lokal jika tidak diantisipasi dengan baik. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories