Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Revitalisasi Usaha, DNET Right Issue Rp 7 triliun

10:05:21 | 24 Apr 2013
Revitalisasi Usaha, DNET Right Issue Rp 7 triliun
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET) berencana  melakukan Penawaran Umum Terbatas I (Rights Issue) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 14 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 250 per saham.Dana segar yang akan diperoleh diperkirakan mencapai Rp 7 triliun.

Direktur  sekaligus Sekretaris Perusahaan Dyviacom Intrabumi Evensius Go dalam keterangan tertulisnya menyatakan,  perseroan bermaksud untuk mengubah kegiatan usaha utamanya menjadi perusahaan investasi yang akan memiliki penyertaan pada perusahaan yang bergerak dalam barang konsumsi dan ritel.

Saat ini emiten dengan kode saham DNET itu memiliki kegiatan usaha yang meliputi jasa penyedia akses internet (Internet Service Provider/ISP), IT solution, penyedia jasa dan barang untuk merancang aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras dan jasa lainnya serta pengembang portal ogahrugi.com.

“Dana yang diperoleh dari hasil Rights Issue tersebut nantinya sebagian besar akan digunakan untuk melakukan penyertaan pada 35,84% saham di PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), 30,45% saham di PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan 40% saham di PT Indomarco Prismatama (IDM),” jelasnya.  

Dijelaskannya, dalam rasio Rights Issue nanti  setiap pemegang 23 saham lama berhak atas 1.750 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 500 per saham, sehingga dana segar yang akan diperoleh diperkirakan mencapai Rp 7 triliun.
 
“Kami telah menunjuk PT Buana Capital sebagai Penasehat Keuangan untuk membantu kami dalam melaksanakan proses Rights Issue tersebut, dan sekaligus bertindak sebagai salah satu Pembeli Siaga,” tambahnya.  

Lebih lanjut dikatakan, dana hasil right issue juga  akan digunakan untuk memperbesar portal bisnis online yang mereka punya sekarang, yaitu ogahrugi.com. DNET berharap penyertaannya di FAST, ROTI dan IDM akan menghasilkan sinergi bisnis yang baik dengan ogahrugi.com.

FAST adalah perusahaan pemegang hak waralaba tunggal untuk merk KFC di Indonesia, merupakan perusahaan restoran cepat saji yang jaringannya merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, yaitu mengelola lebih dari 440 gerai sampai dengan akhir tahun 2012.

ROTI yang dikenal memiliki merek dagang Sari Roti, Boti dan Sari Cake, yang memiliki 8 pabrik dan 24 lini produksi, saat ini merupakan produsen roti dan kue dengan jaringan distribusi nasional.

Sementara itu, IDM merupakan perusahaan yang mengelola gerai ritel modern berbentuk minimarket dengan merek Indomaret, yang mengelola lebih dari 7.000 jaringan gerai di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah memberhentikan sementara (suspensi) perdagangan saham  DNET karena harganya terlalu melejit secara kumulatif sejak 12 April hingga 19 April 2013.

Harga saham DNET melejit Rp 340 per lembar, atau naik 141,67% dari harga penutupan pada 12 April lalu sebesar Rp 240 menjadi Rp 580 pada 19 April 2013.  Suspensi berlaku mulai perdagangan sesi I 22 April 2013 hingga pengumuman bursa lebih lanjut.  

Perseroan selama 2012 meraih pendapatan sebesar Rp 13.927 miliar atau turun 24% dibandingkan 2011 sebesar Rp 18.371 miliar. Sebelumnya, manajemen DNET optimistis  mencetak pendapatan sebesar Rp 20 miliar pada akhir 2012 atau tumbuh  sekitar  11%  dibandingkan  2011 sebesar Rp 18.371 miliar.

Turunnya pendapatan perseroan juga menjadikan keuntungan   merosot. Selama 2012 laba bersih DNET sebesar Rp 220,82 juta turun 53% dibandingkan 2011 sebesar Rp 471,8 juta.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories