JAKARTA (IndoTelko) - Potensi lokal Lombok mulai diarahkan menjadi sumber inovasi bisnis berkelanjutan melalui program Ecopower yang digagas Allianz Indonesia bersama Solve Education!.
Program yang merupakan bagian dari implementasi Social Impact Fund 2024 Allianz Group tersebut membekali generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, dengan keterampilan literasi keuangan, kewirausahaan, ekonomi sirkular, hingga pengembangan ide bisnis.
Di Indonesia, materi pembelajaran Ecopower telah diakses lebih dari 21.400 pembelajar. Sementara itu, 120 peserta di Bandung dan Lombok mengikuti program pendalaman melalui kombinasi pembelajaran digital, webinar, pertemuan tatap muka, kunjungan komunitas, serta mentoring dari relawan Allianz Indonesia.
Di Lombok, program diikuti 65 peserta. Sebanyak 60% di antaranya merupakan perempuan, sedangkan 26% merupakan penyandang disabilitas. Peserta didorong mengembangkan ide usaha berdasarkan potensi sekaligus persoalan yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Puncak program berlangsung melalui Ecopower Ideation Showcase di Universitas Islam Al-Azhar Mataram pada Juni 2026. Sebanyak 15 finalis mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan enam juri.
Tiga gagasan kemudian terpilih sebagai Best Business Ideas. Eco Orange yang dikembangkan Nadia Utami mengolah limbah kulit jeruk menjadi cairan pembersih dan perangkat do-it-yourself.
Ide kedua, Wayen Sehat Nusantara milik Ahmad Afif Annasiri, menawarkan minuman jamu dengan formulasi apoteker menggunakan bahan baku lokal. Sementara Renjana Lombok besutan Febria Kamiswara mengembangkan deterjen berbahan nabati dengan konsep kemasan isi ulang sekaligus membuka ruang pemberdayaan perempuan di Lombok Timur.
Ketiga finalis tersebut selanjutnya mendapatkan dukungan berupa pendanaan, pendampingan bisnis, pelatihan, serta peluang pengembangan usaha dan kolaborasi.
Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti mengatakan pendekatan Ecopower tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta menerjemahkan pembelajaran menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan mereka.
“Dengan mengintegrasikan literasi keuangan, kewirausahaan, dan prinsip ekonomi sirkular, Ecopower mendukung generasi muda, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengembangkan usaha yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi ekonomi lokal maupun sosial,” ujar Ni Made.
Program di Lombok juga melibatkan 36 karyawan Allianz Indonesia sebagai pembicara, mentor bisnis, pendamping peserta, hingga bagian dari pelaksanaan showcase. Kehadiran relawan tersebut membantu peserta menyempurnakan ide usaha, menyusun presentasi, serta mempersiapkan diri menghadapi proses pengembangan bisnis.
Menurut Ni Made, teknologi dapat memperluas akses pembelajaran, namun dampaknya akan semakin kuat ketika dikombinasikan dengan pendampingan yang sesuai kebutuhan peserta.
“Kami percaya bahwa banyak solusi untuk tantangan sosial dan lingkungan justru lahir dari pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan lokalnya. Melalui Ecopower, kami ingin membantu generasi muda mengubah potensi tersebut menjadi peluang yang mampu menciptakan dampak berkelanjutan,” pungkasnya.
Program Ecopower menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan tidak harus berangkat dari skala besar. Dengan memanfaatkan persoalan dan sumber daya di sekitar, ide lokal dapat dikembangkan menjadi model usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial dan lingkungan. (mas)