JAKARTA (IndoTelko) - Allianz Life Indonesia bersama HSBC Indonesia memperluas pilihan investasi bagi nasabah melalui peluncuran Smartwealth Dollar Floating Rate Fund, subdana dalam denominasi dolar Amerika Serikat (USD).
Produk ini tersedia melalui produk asuransi jiwa unit link Premier Plan Assurance dan Ultima Wealth Assurance yang dipasarkan HSBC Indonesia, dengan dukungan pengelolaan investasi dari Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia).
Smartwealth Dollar Floating Rate Fund dirancang untuk memberikan alternatif pengelolaan aset USD jangka panjang dengan berinvestasi pada instrumen kredit berbunga mengambang (floating rate instruments) serta obligasi berbunga tetap dalam USD.
Chief Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia Ancilla Lily mengatakan pilihan subdana dalam produk unit link perlu disesuaikan dengan tujuan finansial dan profil risiko masing-masing nasabah.
“Smartwealth Dollar Floating Rate Fund kami hadirkan bersama HSBC Indonesia untuk melengkapi pilihan subdana bagi nasabah yang ingin mengembangkan aset dalam mata uang dolar Amerika Serikat,” ujar Ancilla.
Berbeda dengan instrumen pendapatan tetap konvensional, karakteristik bunga mengambang pada fund tersebut ditujukan untuk membantu mengelola dampak perubahan suku bunga terhadap portofolio. Pengelolaan dilakukan secara aktif dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kualitas penerbit, serta tingkat risiko instrumen.
President Director dan Head of Indonesia AllianzGI Indonesia Adi Saugi mengatakan perubahan kondisi ekonomi dan suku bunga global dapat memengaruhi kinerja berbagai instrumen investasi.
Menurutnya, fund tersebut memberikan akses kepada nasabah terhadap instrumen pendapatan tetap global dengan tingkat bunga yang dapat mengikuti perubahan suku bunga acuan.
“Melalui pemilihan instrumen yang disiplin dan pengelolaan portofolio secara aktif, fund ini berupaya memperoleh potensi pendapatan dari instrumen kredit untuk mendukung tujuan investasi dalam jangka panjang, dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko,” kata Adi.
Sementara itu, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan kebutuhan pengelolaan aset dalam denominasi USD semakin relevan bagi nasabah dengan tujuan finansial internasional.
Ia menyebut kebutuhan tersebut antara lain berkaitan dengan pendidikan anak di luar negeri hingga perencanaan warisan.
Peluncuran Smartwealth Dollar Floating Rate Fund juga merespons perubahan pola pengelolaan kekayaan investor. Berdasarkan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026, sebanyak 57% investor yang disurvei menyatakan tertarik memiliki produk asuransi dalam 12 bulan ke depan, sementara 47% memiliki preferensi terhadap eksposur investasi global.
Dengan karakteristik investasi yang berbeda dari kas, obligasi berbunga tetap maupun instrumen saham, fund ini menjadi salah satu alternatif untuk mendiversifikasi portofolio aset USD nasabah.
Allianz Life, HSBC Indonesia dan AllianzGI mengingatkan nasabah untuk mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu, profil risiko, biaya, manfaat serta risiko produk sebelum menentukan pilihan subdana. (mas)