JAKARTA (IndoTelko) Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meninjau implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Grab Indonesia bersama OVO.
Peninjauan dilakukan ke sekolah penerima manfaat, mitra UMKM, serta Command Center MBG yang menjadi pusat pemantauan berbasis kecerdasan artifisial (AI). Kunjungan ini menyoroti pemanfaatan teknologi dalam memastikan tata kelola program berjalan lebih aman, transparan, dan terukur.
Program MBG swasta ini merupakan inisiatif tanggung jawab sosial (CSR) yang mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis. Seluruh pendanaan berasal dari kontribusi GrabOVO dan mitra swasta non-profit, dengan fokus pada keamanan pangan serta dampak sosial yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai organisasi seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta sejumlah yayasan dan mitra lainnya dalam ekosistem kolaboratif.
Salah satu komponen utama adalah Command Center MBG, yang memungkinkan pemantauan proses distribusi makanan secara real-time, mulai dari dapur UMKM hingga diterima di sekolah. Sistem ini membantu mengidentifikasi potensi risiko lebih dini dan memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga.
Nezar menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam program publik harus mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya dari sisi efisiensi, tetapi juga dalam memperkuat pengawasan dan akuntabilitas.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia Tirza Munusamy menyatakan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas utama, sehingga teknologi digunakan untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh penggerak disabilitas Reda Manthovani, yang menilai pendekatan berbasis teknologi mampu menghadirkan dampak yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Seluruh proses dalam program didukung sistem digital terintegrasi, mulai dari kesiapan mitra UMKM, distribusi, hingga umpan balik dari sekolah. Selain meningkatkan akuntabilitas, pendekatan ini juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui pendampingan berbasis teknologi.
Sejak diluncurkan pada 2024, program MBG swasta telah menjangkau lebih dari 30 sekolah di 12 wilayah dengan ribuan penerima manfaat serta melibatkan puluhan mitra UMKM dan pengemudi.
Ke depan, Grab dan OVO berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem berbasis AI guna memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga sekaligus memperluas dampak program. (mas)