Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
HUT RI ke 75

Potensi digitalisasi desa masih besar

05:37:02 | 20 Jul 2020
Potensi digitalisasi desa masih besar
Suasana Webinar Seminar Online Jawara Smart City
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Potensi melakukan digitalisasi tata kelola desa masih sangat besar di Indonesia.

Tercatat, ada sekitar 74.954 Desa di Indonesia dengan berbagai potensi, kebutuhan dan masalah pembangunan yang berbeda-beda sehingga membutuhkan penanganan dan dukungan yang berbeda satu sama lain.

Demikian salah satu hasil diskusi Seminar Online Jawara Smart City (SELARAS) seri #1 yang digelar Telkom Regional 3 Jawa Barat dengan mengangkat tema tentang Digitalisasi Desa Menuju Desa Pintar yang Mandiri dan Sejahtera.

Adapun narasumber yang turut bergabung dalam webinar ini antara lain adalah, Drs. Nugroho Setijo Nagoro, MSi (Direktur PUED Ditjen PPDM Kemendesa PDTT), Ir. Bambang Tirtoyulianto, MM (Kadis PM Desa Pemrov Jabar) dan Wahyudi (SM Smart City Development Telkom). 

Tema ini diangkat karena terjadi perubahan paradigma yang menjadikan Desa sebagai subyek utama pembangunan ditindaklanjuti dengan memberikan kewenangan yang lebih kepada Pemerintah Desa sebagai tatanan pemerintahan terkecil.

Dilain sisi, dukungan pembangunan juga diberikan dalam bentuk Dana Desa yang penggunaannya menjadi otoritas Pemerintah Desa sesuai kebutuhannya, dalam koridor-koridor yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Pembangunan desa khususnya desa digital tentu tidak dapat dipisahkan dari aspek pendanaan, salah satunya Dana Desa. Pengaturan Dana Desa periode tahun 2020 yang mengacu pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia No. 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, secara spesifik mengatur pemanfaatan Dana Desa dalam koridor ICT baik itu untuk kegiatan prioritas bidang pembangunan desa maupun untuk kegiatan prioritas bidang pemberdayaan masyarakat desa.

EVP Telkom Regional 3 Mohammad Khamdan dalam sambutannya menyampaikan tentang kesiapan Telkom dalam mendukung program Digitalisasi Desa. Disampaikan bahwa dua poin utama yang menjadi kebutuhan untuk mewujudkan Digitalisasi Desa adalah infrastruktur dan aplikasi/solusi yang dapat membantu pemerintah dalam melayani masyarakat khususnya untuk seluruh Desa di Jawa Barat.

“Proses Digitalisasi Desa adalah hal yang tidak bisa ditawar untuk akselerasi transformasi, selain itu pengembangan Desa Digital tidak serta merta secara struktural saja, tetapi juga harus mendorong ekosistem secara natural. Selain itu, yang harus diperhatikan adalah dorongan pemanfaatan dana desa yang mana harus bisa dirasakan dalam pemasaran produk lokal dan pelayanan dasar masyarakat khususnya masyarakat di perdesaan”, ujar Nugroho selaku Direktur PUED Ditjen PPDM Kemendesa PDTT pada paparannya di webinar ini.

Dalam lingkup Jawa Barat, Bambang selaku Kadis PM Desa Pemprov Jabar menyampaikan bahwa terdapat 5.312 Desa dengan 645 Kelurahan di Jawa Barat. Desa di Jawa Barat diklasifikasikan menjadi 7 jenis, antara lain, Desa Pertanian, Desa Pesisir, Desa Hutan, Desa Perkebunan, Desa Wisata, Desa Industri, dan Desa Jasa.

Lebih jauh, di sampaikan bahwa Pemprov Jabar saat ini sedang berupaya untuk mengoptimalkan sumber daya potensi desa sehingga masyarakat di desa tidak merasakan kesenjangan antara kota dan desa. Pemprov Jabar juga sedang mengembangkan 3 pilar untuk mewujudkan Desa Juara di Jawa Barat, yaitu, Desa Digital, One Village One Company (OVOC), dan Gerbang Desa.

HUT RI ke 75
Sementara SM Smart City Development Telkom Wahyudi mengungkapkan Telkom sudah menginisiasi Smart Village Nusantara yang sampai saat ini sudah dalam tahap pengembangan desa digital di lima desa percontohan.

telkom sigma
Dua desa percontohan tersebut adalah desa yang berlokasi di Jawa Barat, yaitu Pangandaran dan Subang. Dukungan infrastruktur seperti misalnya fiber optic, mobile/seluler, radio IP, satelite, dan wifi.id pun tentu menjadi perhatian Telkom dalam mewujudkan Desa Digital ini. Adapun dukungan tiga pilar solusi dalam Digitalisasi Desa ini adalah Smart Government, Smart Economy dan Smart Society.(ad)

Smart City, satukan Negeri
Artikel Terkait
Kuota Ketengan