Paket Phoenix
Paket Phoenix

Ini Konten yang Disukai Pembaca dari Media Online

09:14:29 | 17 Mar 2016
Ini Konten yang Disukai Pembaca dari Media Online
Ilustrasi (dok)
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Penelitian Studi Konsumsi Media Online mengungkapkan konten hiburan dan isu sosial menjadi paling banyak diburu pembaca.

“Dari 11 kategori yang telah diteliti, konten hiburan dan isu sosial rupanya jadi konten paling banyak dibaca. Keduanya mendapatkan persentase cukup tinggi, yakni 73%(hiburan) dan 70% (sosial),” ungkap   Media Director Consumer Choices GfK Robin Muliady, kemarin.

Dikatakannya, pembaca di Indonesia dinilai lebih menyukai situs media yang memiliki konten yang bervariasi ketimbang situs media yang memiliki konten spesifik. Meski begitu, cara pembaca mencari konten berita rupanya masih didominasi oleh search engine dengan persentase sebanyak 31%.  

GfK juga mengungkap fakta kalau pembaca berita online didominasi oleh kelompok usia 33 hingga 42 tahun, dengan jumlah laki-laki yang mendominasi ketimbang perempuan. Dominasinya segmen sosial kelas A dan kelas B dimana 60%rutin konsumsi berita setiap minggu dan 24%  setiap hari.

Masa peak hour di mana jumlah pembaca berita online sedang tinggi-tingginya mulai Senin hingga Jumat pukul 12.00-15.00. Pada Sabtu, durasi waktu bertambah, dari pukul 12.00 hingga 18.00. Sedangkan pada, Minggu waktu mengakses berita online lebih lama lagi, yaitu pukul 12.00 sampai 21.00.

Saat ini masyarakat banyak mengandalkan smartphone (96%) untuk mengakses berita mengungguli televisi (91%). Kemudian, menyusul surat kabar (31% ), radio (15%) dan lainnya.

Riset dilakukan mulai tahun lalu berakhir satu minggu di akhir bulan Februari di Jakarta, Bodetabek, Bandung, Semarang dan Surabaya. Riset ini melibatkan panelis yang berjumlah 1521 orang dan 775 responden yang diwawancarai langsung.

Adaptasi
Ketua Umum Indonesian Digital Association (IDA) Edi Taslim menyarankan media konvensional beradaptasi dengan perubahan di era internet.

“Bagaimana shifting konsumsi juga diamati oleh televisi, koran, majalah, supaya mereka juga tahu bahwa pasti akan berkurang. Tidak akan mematikan selama bisa menjawab tantangan,” katanya.

Menurutnya, tiap media pemberitaan, punya keunggulan masing-masing. Seperti televisi dengan realitas visual-nya, koran dengan kupasan informasi yang mendalam, serta dalam bentuk cetak yang terkadang beberapa pembaca lebih nyaman membacanya. “Kuncinya inovasi dan menggandeng teknologi,” katanya.

telkom sigma
Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengajak para creator untuk terus berkreasi dan pintar dalam memanfaatkan teknologi. “Pemerintah Indonesia berencana menjadikan negara ini kekuatan baru ekonomi digital Asia. Kita harus kreatif merealisasikan itu,” pungkasnya.(ak)

Smart City, satukan Negeri
Artikel Terkait
Kuota Ketengan