telkomsel halo

Erik Meijer Sedih Tinggalkan Indosat

13:24:54 | 26 Apr 2013
Erik Meijer Sedih Tinggalkan Indosat
Erik Meijer (DOK)
JAKARTA (IndoTelko) – Erik Meijer mengaku sedih meninggalkan Indosat karena harus menduduki jabatan baru di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

“ Ya saya baca di media bahwa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda memutuskan untuk mengangkat saya sebagai salah satu Direkturnya. Walaupun saya sedih berarti harus meninggalkan Indosat dan semua teman saya disini, saya juga terharu diberikan kepercayaan ini oleh para pemegang saham Garuda,” ungkap Erik kepada IndoTelko, Jumaat (26/4).

Dikatakannya,  dirinya  akan berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap penugasan.” Garuda adalah perusahaan yang luar biasa dengan karyawan dan karyawati yang luar biasa juga. Lihat saja kemajuannya dalam tahun-tahun terakhir. Semoga saya bisa bekerjasama erat dan baik dengan tim hebat disana untuk membantu semakin memajukan maskapai kebanggaan Republik Indonesia.  Mohon doa restu,” katanya.

Sebelumnya,  Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan salah satu hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) adalah mengangkat Erik Meijer sebagai direksi menggantikan Elisa Lumbantoruan.

Posisi Elisa sebelumnya adalah Direktur Pemasaran. Namun, dalam RUPST untuk jajaran direksi di Garuda dalam nomenklatur baru disebut hanya direktur. Sementara Erik di Indosat posisinya adalah Director & Chief Commercial Officer.
 
Sementara Presiden Direktur & CEO Indosat Alexander Rusli mengatakan, posisi  Direktur & Chief Commercial Officer yang ditinggalkan Erik akan dirangkapnya  hingga Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Indosat pada Juni nanti.

Sekadar diketahui,  EM selama ini lebih dikenal sepak terjangnya di industri telekomunikasi Indonesia di Telkomsel dengan posisi terakhir VP Marketing dan CRM. Setelah itu menjadi Wadirut di Bakrie Telecom. Di kedua operator ini nama EM lumayan mewangi karena mampu mengangkat merek dan reputasi kedua perseroan.

Di Indosat, EM baru bergabung pada Mei 2012. Bergabungnya suami dari artis Maudy Kusnaedi ini tak bisa dilepaskan dari keuletan mantan Presiden Direktur & CEO Indosat Harry Sasongko yang selama setahun mendekati dan menyakinkan Erik agar mau bergabung ke anak usaha Qatar Telecom itu.
 
Di Indosat, sepak  terjang EM sebenarnya belum  terbukti mengembalikan opeator ini ke masa jayanya karena baru saja menjabat.
Jika dilihat dari sisi keuangan, kinerja Indosat secara bottom line tak menggembirakan di 2012.

Indosat  selama 2012  membukukan keuntungan sebesar Rp  417,4 miliar selama 2012 atau turun 52,5% dibandingkan periode 2011 sebesar Rp 879,7 miliar.

Namun,  secara topline perseroan  pada 2012 berhasil mendapatkan pendapatan usaha sebesar Rp 22.718 triliun atau naik 10,4% dibandingkan periode sama 2011 sebesar Rp 20,576 triliun .

Bahkan, jika dilihat di periode EM mulai aktif bekerja yakni kuartal III, terjadi peningkatan signifikan di pendapatan.  Di  kuartal III-2012 ke kuartal IV-2012 terjadi peningkatan 18,8% yakni dari Rp 5,227 triliun ke Rp 6,209 triliun.

Penopang pendapatan perseroan masih dari bisnis seluler yakni sebesar Rp 18,762 triliun di periode 2012 atau tumbuh 12% dibandingkan 2011 sebesar Rp 16,75 triliun. Jumlah pelanggan seluler perseroan sebanyak 58,5 juta nomor naik 13,1%  dibandingkan 2011 sebesar 51,7 juta nomor.

Salah satu aksi pemasaran EM yang cerdik adalah ketika melepas  produk iPhone 5 dan BlackBerry Z10 ke pasar. Di tengah pertempuran dengan Telkomsel dan XL dalam mengemas pemasaran kedua produk itu ke pasar, EM berhasil meluncurkannya dengan diferensiasi yang kuat bagi pelanggan Indosat yang berujung naiknya reputasi perseroan.

Namun, banyak kalangan menilai EM belum optimal di Indosat dan hasil kreasi pemasarannya baru bisa diukur pada akhir tahun nanti.

Dan akhirnya EM telah mengeluarkan keputusan yakni mendarat di Garuda Indonesia. Selamat Bekerja, Chief!(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year