Refarming frekuensi 2,1 GHz sudah 50%

09:47:39 | 15 Feb 2018
Refarming frekuensi 2,1 GHz sudah 50%

JAKARTA (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan proses tata ulang (refarming) frekuensi 2,1 GHz telah mencapai 50% dari rencana kerja refarming.

Tahapan refarming di 2,1 GHz dilakukan sejak November 2017 dan diperkirakan selesai pada 25 April 2018. Refarming akan melibatkan  sekitar 120.711 BTS Telkomsel, XL dan Indosat (3G & 4G) dan 2.177 Repeater milik ketiga operator tersebut.

"Proses refarming sendiri memerlukan kerja dan pemantauan 24 jam khususnya pada waktu melewati tengah malam hari karena pada jam-jam tersebutlah proses perpindahan kanal frekuensi radio dilakukan. Tim yang secara intensif bekerja adalah dari masing-masing operator, Tim dari Ditjen Sumberdaya Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) bersama Komisi Regulasi Telekomunikasi (KRT),  serta Balai Monitoring Radio yang terjadwal pengalihan kanal," ungkap PLT Kepala Humas Kominfo Noor Iza, kemarin. 

Saat ini pencapaian refarming hampir 50% coverage wilayah nasional dengan utamanya wilayah Papua, Maluku dan Kalimantan telah berhasil ditata ulang pita radio 2.1 GHz nya. Sementara wilayah lainnya masih terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan penjadwalan teknis dari Ditjen SDPPI. (Baca: Tata ulang frekuensi)

"Tim Teknis Refarming dari Ditjen SDPPI menyampaikan bahwa kendala-kendala yang terjadi selama pelaksanaan proses refarming dapat teratasi dengan baik, seperti terjadi beberapa kali BTS down namun dapat segera diatasi. Sehingga proses refarming tetap berjalan dengan lancar. Diharapkan pelaksanaan proses refarming secara keseluruhan dapat diselesaikan sampai dengan 25 April 2018 dengan upaya pelaksanaan senantiantiasa dengan penuh kehatian-hatian," pungkasnya.(id)

Baca Juga: