☰
✕

UniPin perluas kolaborasi untuk dorong industri gim

JAKARTA (IndoTelko) UniPin memperluas kolaborasi dengan kreator, komunitas, dan pelaku industri untuk mendorong pertumbuhan bisnis gim nasional melalui partisipasi dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Dalam forum yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif pada 2125 Oktober 2026 di Jakarta tersebut, UniPin menghadirkan pengalaman bermain interaktif sekaligus mendukung diskusi tentang perlindungan kekayaan intelektual dan daya saing pengembang gim Indonesia.

Sebagai bagian dari partisipasinya, UniPin berkolaborasi dengan Axioo Pongo menghadirkan UniPin Gaming Pavilion di MGP Space, SCBD, Jakarta. Pavilion tersebut menawarkan pengalaman hiburan digital melalui sejumlah gim dan layanan, antara lain Point Blank, Top Eleven, Asbak, Need For Seat, dan Catchplay+.

General Manager Business UniPin Global, Poeti Fatima, mengatakan keikutsertaan perusahaan bertujuan menunjukkan potensi industri gim dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui pengalaman bermain interaktif, edukasi perlindungan karya kreatif, serta pengembangan komunitas yang dapat membuka peluang kolaborasi.

Antusiasme pengunjung terlihat dari pengalaman Jonathan yang mencoba Point Blank dan Asbak. Ia mengaku kembali tertarik memainkan Point Blank setelah lama tidak memainkannya, sementara Asbak menjadi gim baru yang ingin dieksplorasi lebih lanjut.

Perkuat Kreator
Selain menghadirkan pavilion, UniPin mendukung sejumlah diskusi yang membahas pengembangan kreator dan kesiapan industri gim nasional menghadapi persaingan global.

Melalui GameHers, UniPin mendukung talkshow bertajuk Create It. Claim It. Slay It yang membahas perlindungan kekayaan intelektual dan legalitas bisnis bagi kreator. Diskusi ini menghadirkan Managing Partner Herzani Law Firm, Andhika P. Herzani, serta Senior Vice President Community & Media Networks UniPin Global sekaligus Founder Luna Nera dan GameHers, Debora Imanuella.

Debora juga menjadi moderator dalam sesi Creating Together, Competing Globally yang menghadirkan perwakilan HoYoverse, APBGI, Separuh Interactive, dan Apple Developer Institute for Games. Diskusi tersebut menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi daya saing pengembang gim Indonesia, mulai dari kualitas produk dan pemahaman kebutuhan pemain hingga strategi pemasaran, distribusi, dan kolaborasi.

Sementara itu, UniPin Community bekerja sama dengan Unity Student Warchief (USW) menggelar sesi UNITY bertajuk From Campus to Legacy. Sesi ini membahas keberlanjutan komunitas mahasiswa serta peluang pengembangannya di industri ekonomi kreatif dengan melibatkan perwakilan komunitas kampus, UniPin, dan EVOS Esports.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UniPin berupaya memperkuat hubungan antara kreator, komunitas, dan pelaku industri. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas jaringan bisnis, dan membuka peluang bagi pengembang gim Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (mas)