☰
✕

XLSMART dorong ekonomi sirkular, bawa #ByeByeBox untuk kelola E-Waste ke ITB

JAKARTA (IndoTelko) - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox Campus Roadshow to ITB sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan limbah elektronik atau e-waste yang lebih bertanggung jawab.

Program ini memperkenalkan teknologi E-Waste Reverse Vending Machine sekaligus mengajak generasi muda terlibat langsung dalam penerapan prinsip ekonomi sirkular. Melalui #ByeByeBox, masyarakat dapat menyerahkan perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan untuk dikelola melalui jalur pemulihan material yang lebih bertanggung jawab.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pertumbuhan ekosistem digital perlu diiringi dengan kesadaran terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkannya.

“Melalui #ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program #ByeByeBox di ITB berlangsung pada 1428 September 2026, diawali peluncuran di Aula Timur ITB pada 14 September dan dilanjutkan dengan aktivasi mesin di lingkungan kampus.

Pada tahap pertama kampanye yang berlangsung hingga November 2026, XLSMART dan REMIND menargetkan pengumpulan 600 kilogram e-waste. Selain volume limbah yang dikumpulkan, dampak program juga akan diukur berdasarkan jumlah partisipan, tingkat keterlibatan, perubahan perilaku, serta hasil pengelolaan e-waste yang dapat dilaporkan secara terukur.

E-Waste Diproses dengan Teknologi AI

#ByeByeBox dirancang untuk membuat proses penyerahan e-waste lebih sederhana. Pengguna cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan, kemudian mengikuti petunjuk pada layar.

Perangkat akan dipindai dan divalidasi menggunakan kamera serta teknologi artificial intelligence (AI), kemudian ditimbang secara otomatis sebelum diterima dan dicatat dalam sistem REMIND.

E-waste yang terkumpul selanjutnya diproses dengan pendekatan pemulihan material. Material yang masih memiliki nilai dapat dipulihkan dan dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan berikutnya sesuai prinsip ekonomi sirkular.

Founder & CEO REMIND, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, mengatakan teknologi digunakan untuk membuat proses pengumpulan, pencatatan, hingga pemulihan material e-waste menjadi lebih mudah diakses dan terukur.

“Perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya,” katanya.

ITB Jadi Titik Awal Campus Roadshow

ITB dipilih sebagai lokasi awal Campus Roadshow #ByeByeBox karena menjadi ruang yang mempertemukan teknologi, keilmuan, sustainability, dan aktivitas mahasiswa. Program ini juga memiliki keterkaitan dengan ekosistem ITB karena REMIND dikembangkan dari lingkungan kampus tersebut.

Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., mengatakan kampus memiliki peran penting dalam mendorong solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan.

“Kehadiran #ByeByeBox di ITB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami isu e-waste sekaligus terlibat langsung dalam aksi nyata,” ujarnya.

Program ini melibatkan kolaborasi XLSMART, REMIND, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, ITB, GSMA, serta BAPPENAS. Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif bisnis, teknologi, akademik, pengelolaan e-waste, dan kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS, Nizhar Marizi, menilai penerapan ekonomi sirkular membutuhkan partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

“Inisiatif seperti #ByeByeBox membantu membawa prinsip tersebut lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi,” katanya.

Tukar E-Waste dengan Bonus Kuota

Selama aktivasi di ITB, pengguna XL, AXIS, dan Smartfren berkesempatan memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat e-waste yang dikumpulkan melalui #ByeByeBox.

Peserta yang mengumpulkan e-waste di bawah 1 kilogram akan memperoleh 500 MB, sementara pengumpulan 12 kilogram mendapatkan 1 GB dan lebih dari 2 kilogram mendapatkan 1,5 GB. Bonus kuota tersebut memiliki masa berlaku satu hari.

Bagi peserta yang belum menggunakan XL, AXIS, maupun Smartfren, tersedia kesempatan memperoleh kartu perdana selama persediaan masih tersedia.

Selain mendorong partisipasi masyarakat, XLSMART juga menjalankan pengelolaan e-waste dari sisi internal perusahaan. Limbah tersebut berasal antara lain dari kegiatan dismantling tower, perangkat jaringan, perangkat IT, baterai, serta aset elektronik yang telah mencapai akhir masa pakai.

Pengelolaan dilakukan bersama pihak ketiga yang memiliki kompetensi dan memenuhi ketentuan serta regulasi yang berlaku.

Dengan demikian, pendekatan pengelolaan e-waste XLSMART dilakukan melalui dua sisi, yakni memastikan limbah elektronik dari kegiatan operasional perusahaan ditangani secara bertanggung jawab sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi dan teknologi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya XLSMART membangun ekosistem digital yang tidak hanya semakin terkoneksi, tetapi juga lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. (mas)