☰
✕

Huawei dorong kampus cerdas dengan jaringan AI 10 Gbps

JAKARTA (IndoTelko) - Huawei bersama sejumlah organisasi industri global meluncurkan High-Quality 10 Gbps AI Campus Network Technical and Standard White Paper untuk mendukung pembangunan jaringan kampus cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Pasifik.

Dokumen teknis tersebut diperkenalkan dalam Forum Inovasi AI Campus yang menjadi bagian dari rangkaian Huawei Network Summit (HNS) 2026 Asia Pacific di Bali. White Paper ini berisi panduan pengembangan jaringan AI Campus yang aman, berkecepatan tinggi, dan mampu mendukung kebutuhan digital berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pemerintahan.

Dalam dokumen tersebut, Huawei menjabarkan enam kemampuan utama yang menjadi fondasi jaringan kampus generasi berikutnya, yaitu jaringan otonom, konektivitas ultra-broadband 10 Gbps, koneksi menyeluruh, pengalaman jaringan deterministik, efisiensi energi, serta keamanan terpadu.

President of the Campus Network Domain Data Communication Product Line Huawei, Shawn Zhao, mengatakan perkembangan teknologi AI membuat kebutuhan jaringan kampus mengalami perubahan besar.

“Jaringan kampus harus berevolusi dari sekadar infrastruktur koneksi menjadi fondasi cerdas untuk produktivitas. Solusi Xinghe AI Campus Huawei dirancang untuk menghadirkan konektivitas cepat, keamanan menyeluruh, dan kemampuan jaringan yang lebih otonom,” ujar Shawn.

Huawei menyebut solusi Xinghe AI Campus dikembangkan untuk menjawab tantangan seperti peningkatan trafik data, risiko keamanan digital, serta kompleksitas pengelolaan jaringan.

Salah satu teknologi yang ditawarkan adalah AirEngine Wi-Fi 7 Advanced AP, yang menggabungkan teknologi koordinasi multi-access point, Intelligent Coordinated Scheduling and Spatial Reuse (iCSSR), serta inovasi menuju teknologi Wi-Fi generasi berikutnya.

Dari sisi keamanan, Huawei menghadirkan teknologi berbasis AI yang mampu mengenali perangkat dengan tingkat akurasi hingga 95 persen. Sistem SmartAD juga dirancang untuk mendeteksi dan menangani anomali dalam waktu singkat guna melindungi aset digital.

Selain itu, teknologi Wi-Fi Shield, kriptografi pasca-kuantum (PQC), serta fitur penginderaan Wi-Fi digunakan untuk memperkuat perlindungan data dan privasi pengguna.

Dalam aspek pengelolaan jaringan, Huawei memperkenalkan teknologi iFlow yang memungkinkan analisis pengalaman pengguna secara menyeluruh. Sistem berbasis AI tersebut dapat membantu mendeteksi gangguan jaringan dan mengotomatisasi sebagian proses pemulihan.

Wakil Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Juliana Johari, menilai teknologi jaringan generasi baru menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi digital institusi pendidikan.

“Wi-Fi 7 dan iMaster NCE menjadi pendorong konektivitas kampus generasi berikutnya. Jaringan berkapasitas tinggi mendukung proses pengajaran, penelitian, dan operasional kampus,” ujar Juliana.

Peluncuran White Paper ini turut melibatkan sejumlah pihak, termasuk Network Innovation and Development Alliance (NIDA), IPv6 APAC, IEEE 802.11be, serta pelaku industri teknologi regional.

Ke depan, Huawei akan melanjutkan kolaborasi dengan pelanggan dan mitra di Asia Pasifik untuk menerapkan konsep AI Campus Network dalam berbagai sektor industri, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang cerdas, aman, dan berkapasitas tinggi. (mas)