☰
✕

Atlas 960E jadi SuperPoD NPO pertama Huawei untuk AI 10 triliun parameter

JAKARTA (IndoTelko) - Huawei memperkenalkan Atlas 960E SuperPoD di ajang HUAWEI CONNECT 2026 yang berlangsung di Shanghai, China. Sistem komputasi tersebut diklaim menjadi SuperPoD berbasis Near-Packaged Optics (NPO) pertama di industri dan dirancang untuk menangani kebutuhan pelatihan maupun inferensi model AI dengan kapasitas hingga 10 triliun parameter.

Produk tersebut diperkenalkan Deputy Chairman of the Board sekaligus Rotating Chairman Huawei, David Wang, dalam pidato utama bertajuk “Advancing the Agentic World, Building a Solid Silicon Foundation” pada 18 September 2026.

Huawei menempatkan kemampuan komputasi sebagai salah satu fondasi utama pengembangan AI. Strategi tersebut diarahkan tidak hanya pada peningkatan kemampuan perangkat keras, tetapi juga pada optimalisasi nilai komersial melalui pengembangan arsitektur sistem dan ekosistem komputasi.

4.096 NPU dalam Satu SuperPoD

Atlas 960E dibangun menggunakan UnifiedBus dan mesin optik NPO Hi-ONE. Sistem ini menggunakan arsitektur ortogonal serta desain pendingin cair secara menyeluruh.

Melalui UnifiedBus, Atlas 960E memungkinkan penggunaan memori terpadu dan dapat diskalakan hingga 4.096 NPU dalam satu SuperPoD. Huawei mengklaim sistem tersebut mampu mencapai performa 8 EFLOPS pada presisi FP8 dan 16 EFLOPS pada FP4.

Salah satu teknologi kunci yang digunakan adalah Hi-ONE, yang disebut Huawei sebagai mesin optik NPO pertama di dunia yang diproduksi secara massal. Teknologi ini memiliki kapasitas transmisi hingga 7,2 Tbit/s serta mengintegrasikan sumber cahaya di dalam sistem.

Atlas 960E mengintegrasikan sekitar 5.500 unit Hi-ONE. Dengan pendekatan tersebut, Huawei menyebut sistem tidak lagi membutuhkan sekitar 48.000 modul optik 800G yang secara konvensional digunakan untuk menghubungkan seluruh NPU.

Konfigurasi ini diklaim mampu mengurangi konsumsi daya lebih dari 550 kilowatt, sekaligus menggandakan waktu operasi sistem tanpa gangguan. Tingkat ketersediaan sistem ditargetkan mencapai 99,8%.

Huawei menilai kombinasi tersebut dapat mempercepat proses pengembangan, pelatihan, dan inferensi model AI berukuran besar.

Dorong SuperCluster hingga 1 Juta NPU

Huawei juga memperluas konsep SuperPoD ke kebutuhan komputasi serbaguna melalui TaiShan 950 SuperPoD.

Sistem tersebut menggunakan jaringan optik berbasis UnifiedBus dan mendukung hingga 4.096 node, dengan unified memory pool berkapasitas maksimal 256 TB. Huawei menyebut kemampuan ini dapat digunakan untuk meningkatkan kepadatan sandbox agent, mempercepat proses startup sandbox, serta mendukung pencarian vector agent.

Di sisi penyimpanan, Huawei memperkenalkan OceanStor M900, klaster penyimpanan memori konteks berbasis UnifiedBus. Sistem ini mendukung akses one-hop secara langsung dan menyediakan KV cache berskala petabyte untuk lapisan L3.5.

Untuk kebutuhan komputasi yang lebih besar, beberapa Atlas 960E SuperPoD dapat dihubungkan melalui UnifiedBus atau RoCE guna membentuk SuperCluster.

Dengan arsitektur Clos dua tingkat dan empat plane, konfigurasi tersebut dapat menghubungkan hingga 512.000 NPU. Sementara dengan penerapan topologi multi-rail, kapasitasnya dapat diperluas hingga 1 juta NPU.

Buka Ekosistem Ascend

Selain pengembangan perangkat keras, Huawei mendorong strategi open source dan open systemuntuk memperluas ekosistem komputasinya.

Platform CANN kini dibuka sebagai sumber terbuka dan memasuki tahap pengembangan berkelanjutan berbasis komunitas. Langkah ini ditujukan untuk memperluas penggunaan serta memudahkan pengembang memanfaatkan platform Ascend.

“Di Huawei, kami berkomitmen membangun infrastruktur AI yang kuat serta menerapkan pendekatan sumber terbuka dan sistem terbuka untuk membangun ekosistem komputasi,” kata Wang.

Huawei juga menyatakan akan terus mendukung pelatihan native untuk berbagai model fondasi utama pada platform Ascend sekaligus membuka dukungan terhadap beragam model dan aplikasi.

HUAWEI CONNECT 2026 mengangkat tema “Advancing the Agentic World” dan membahas perkembangan AI dari sisi strategi, teknologi, serta ekosistem. Konferensi tersebut berlangsung pada 1719 September 2026 di Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center dan Shanghai Expo Center, Shanghai. (mas)