☰
✕

Telin bangun jaringan digital global bersama empat mitra strategis

JAKARTA (IndoTelko) - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) memperkuat langkah ekspansi bisnis digital global melalui empat kerja sama strategis dalam ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026.

Kemitraan tersebut mencakup kerja sama dengan PEACE Cable International Network, TM Forum, SM+, serta PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI) yang merupakan bagian dari Remala Group dalam Djarum Group.

Empat kolaborasi ini mencakup pengembangan kapasitas konektivitas internasional, penerapan arsitektur digital terbuka, integrasi layanan data center dan konektivitas, hingga eksplorasi infrastruktur kabel bawah laut internasional.

CEO Telin, Abdul Rahman Ansyori, mengatakan perkembangan industri digital saat ini tidak hanya membutuhkan perluasan jaringan, tetapi juga kemampuan menghubungkan berbagai teknologi, platform, dan pelaku ekosistem.

“Kapabilitas global bukan lagi sekadar memperluas jaringan, tetapi bagaimana kami dapat menghubungkan berbagai teknologi dan pemain dalam ekosistem untuk menciptakan nilai lebih bagi pelanggan,” ujar Abdul.

Perluas Kapasitas Konektivitas Asia-Afrika-Eropa

Melalui Telin Singapore, perusahaan menandatangani Letter of Intent (LoI) bersama PEACE Cable International Network untuk menambah sumber daya konektivitas sekitar 1,4 Terabit per second (Tbps) pada sejumlah rute strategis yang menghubungkan kawasan Asia, Afrika, dan Eropa.

Kerja sama tersebut mencakup rencana pengembangan dark spectrum resources yang menghubungkan Mesir dan Prancis serta kapasitas end-to-end untuk mendukung konektivitas lintas kawasan.

Penambahan kapasitas ini diharapkan mampu menjawab meningkatnya kebutuhan bandwidth internasional akibat pertumbuhan layanan cloud, data center, AI, dan berbagai aplikasi digital lainnya.

Adopsi Standar Digital Terbuka Bersama TM Forum

Selain memperluas konektivitas, Telin juga memperkuat transformasi digital melalui penandatanganan Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto bersama TM Forum.

Melalui komitmen tersebut, Telin akan mengadopsi arsitektur digital terbuka dan Open APIs sebagai bagian dari pengembangan sistem teknologi perusahaan.

Chief of Product Telin, Azmal Yahya, mengatakan penerapan standar terbuka menjadi langkah penting untuk membangun fondasi digital yang lebih fleksibel dan mudah berkolaborasi.

“Adopsi Open Digital Architecture dan Open APIs menjadi langkah penting dalam perjalanan transformasi digital Telin untuk membangun fondasi yang lebih terbuka, interoperabel, dan agile,” ujar Azmal.

Gabungkan Kekuatan Data Center dan Konektivitas Global

Dalam rangkaian BATIC 2026, Telin juga menjalin kerja sama dengan SM+ untuk mengintegrasikan kapabilitas data center dengan jaringan konektivitas global.

Melalui kolaborasi ini, Telin akan mendukung perluasan layanan data center colocation SM+ ke pasar internasional. Sementara SM+ dan pelanggannya akan mendapatkan dukungan konektivitas global melalui portofolio layanan internasional Telin, termasuk TNEX.

Kerja sama tersebut menjadi upaya memperkuat solusi infrastruktur digital terpadu yang menggabungkan kebutuhan konektivitas dan pusat data.

Eksplorasi Infrastruktur Kabel Internasional

Telin turut menandatangani MoU dengan GTI untuk proyek BSCS Fiber Pair. Kolaborasi ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan kapasitas fiber pair serta peluang pengembangan konektivitas internasional berkapasitas tinggi.

Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan mengidentifikasi peluang pemanfaatan infrastruktur BSCS untuk mendukung kebutuhan konektivitas global yang semakin meningkat.

Empat kemitraan strategis di BATIC 2026 menegaskan posisi Telin sebagai bagian dari ekosistem digital global TelkomGroup. Perusahaan menargetkan penguatan infrastruktur dan layanan internasional untuk mendukung kebutuhan bisnis digital yang terus berkembang di berbagai pasar. (mas)