JAKARTA (IndoTelko) Pemerintah mendorong perusahaan teknologi dan telekomunikasi Indonesia untuk memperluas kiprahnya di pasar internasional guna memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global.
Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat mengunjungi kantor PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) di Los Angeles, Amerika Serikat, Jumat (25/9/2026).
Telin merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang memiliki peran dalam menghubungkan Indonesia dengan berbagai pusat ekonomi dan teknologi dunia.
Dalam kunjungan tersebut, Meutya bersama CEO Telin Abdul Rahman Ansyori dan jajaran manajemen membahas perkembangan bisnis serta infrastruktur Telin, termasuk penguatan konektivitas global, perluasan kemitraan strategis, dan peluang pengembangan ekosistem digital Indonesia di pasar internasional.
“Indonesia tidak bisa berjalan sendiri di tengah perkembangan ekosistem digital global. Kita harus terus terhubung, membuka ruang kolaborasi, dan memastikan Indonesia menjadi bagian aktif dari perkembangan teknologi dunia,” ujar Meutya.
Menurutnya, perusahaan Indonesia perlu semakin aktif membangun kehadiran di pasar global, termasuk melalui kemitraan strategis yang dapat membuka akses terhadap teknologi, investasi, dan peluang bisnis baru.
“Telin adalah salah satu contoh bagaimana perusahaan Indonesia dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia,” tambahnya.
CEO Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan Telin terus melakukan transformasi untuk memperkuat posisinya sebagai perusahaan konektivitas global. Fokus perusahaan kini tidak hanya menghubungkan titik-titik konektivitas, tetapi juga membangun koridor digital yang menghubungkan bisnis, masyarakat, dan ekosistem digital di berbagai negara.
“Kami terus berkembang, dari sekadar menghubungkan titik menjadi menghubungkan koridor, sehingga menciptakan jembatan digital yang lebih kuat antara Indonesia dan dunia,” kata Ansyori.
Transformasi tersebut turut tercermin dari kinerja Telin. Pada periode 2019 hingga 2025, pendapatan Telin disebut meningkat sekitar 1,6 kali lipat, sedangkan laba bersih tumbuh sekitar lima kali lipat.
Telin juga terus memperluas jejaring bisnis melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi global dan mendukung kebutuhan konektivitas di Amerika Serikat, Indonesia, serta sejumlah pasar internasional lainnya.
“Kehadiran global kami, khususnya di Amerika Serikat, memungkinkan kami membangun hubungan yang lebih erat dengan para pemain teknologi terdepan, memperluas kemitraan strategis, serta menciptakan peluang konektivitas yang mendukung pertumbuhan Indonesia,” ujar Ansyori.
Meutya turut mengapresiasi peran Telin dalam memperkuat kehadiran digital Indonesia di tingkat internasional. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan pesan, “Bridging Indonesia to the Global Stage. Proud to see Telin driving our digital sovereignty forward from Los Angeles.”
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pelaku teknologi global dalam memperkuat konektivitas dan kapabilitas digital Indonesia.
Dengan jaringan infrastruktur dan kemitraan internasional yang terus dikembangkan, Telin diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi Indonesia terhadap pusat ekonomi dan teknologi dunia, sekaligus menciptakan peluang kerja sama, pertukaran teknologi, dan investasi bagi ekosistem digital nasional. (mas)