☰
✕

PINTU buka akses Derivatif Crypto untuk trader pemula

JAKARTA (IndoTelko) - Platform investasi aset crypto PINTU resmi meluncurkan fitur Pintu Futures Lite, layanan trading derivatif crypto dengan tampilan lebih sederhana yang dirancang untuk memudahkan pengguna pemula maupun trader tingkat menengah.

Fitur terbaru dari PT Pintu Kemana Saja (PINTU) ini menghadirkan pengalaman transaksi derivatif dengan alur yang lebih ringkas melalui aplikasi PINTU. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pemahaman dan adopsi trading derivatif crypto di Indonesia.

Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan Pintu Futures Lite dirancang sebagai akses awal bagi pengguna yang ingin mencoba perdagangan derivatif dengan mekanisme leverage, namun tetap memperhatikan aspek pengelolaan risiko.

“Melalui Pintu Futures Lite, pengguna dapat membuka posisi Long atau Short dengan proses yang lebih sederhana, sekaligus tetap menggunakan fitur pengelolaan risiko seperti Isolated Margin, Take Profit, dan Stop Loss,” ujar Andy.

Transaksi Derivatif dalam Tiga Langkah

Pintu Futures Lite menawarkan proses transaksi yang lebih praktis melalui tiga tahapan utama. Pengguna dapat memilih posisi Long jika memperkirakan harga aset meningkat atau Short jika memperkirakan harga mengalami penurunan.

Selanjutnya, pengguna menentukan jumlah margin dan tingkat leverage melalui fitur slider dengan batas maksimal hingga 25 kali dari modal awal. Setelah posisi aktif, pengguna dapat memantau pergerakan secara real-time dan mengatur batas keuntungan maupun kerugian melalui fitur Take Profit dan Stop Loss.

PINTU menyebut pendekatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih mudah bagi pengguna yang baru mengenal instrumen derivatif crypto.

Pasar Derivatif Crypto Terus Berkembang

Kehadiran Pintu Futures Lite mengikuti perkembangan pasar derivatif crypto global yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan laporan Crypto Industry Report 2026 Q2 dari CoinGecko, volume perdagangan derivatif crypto global pada kuartal kedua 2026 mencapai US$12,7 triliun, lebih tinggi dibandingkan perdagangan spot yang berada di angka US$1,95 triliun.

Di Indonesia, data dari bursa kripto CFX mencatat nilai perdagangan derivatif crypto hingga April 2026 mencapai Rp4,4 triliun.

Andy menambahkan, PINTU akan terus mengembangkan fitur edukasi serta memperluas pilihan aset yang tersedia pada Pintu Futures Lite agar pengguna dapat memahami instrumen derivatif secara bertahap.

Meski menawarkan kemudahan transaksi dengan leverage, PINTU mengingatkan bahwa trading futures memiliki tingkat risiko tinggi, termasuk potensi kehilangan seluruh modal. Perusahaan mengimbau pengguna untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan menerapkan strategi pengelolaan risiko sebelum melakukan transaksi. (tep)