Golden Rama dorong wisata bermakna lewat rute unik Asia Selatan

JAKARTA (IndoTelko) - Perilaku wisatawan Indonesia dalam memilih perjalanan internasional terus bergeser. Liburan tidak lagi sekadar mengejar destinasi populer, melainkan pengalaman yang personal, autentik, dan memberi makna jangka panjang. Merespons tren tersebut, Golden Rama Tours & Travel memperkuat posisinya sebagai travel curator dengan menghadirkan rute-rute khas di kawasan Asia Selatan, mencakup Pakistan, India (Leh Ladakh), Nepal, dan Bhutan.

Arah ini sejalan dengan laporan Travel Trends 2025 dari Mastercard Economics Institute yang mencatat meningkatnya minat wisatawan Asia Pasifik terhadap destinasi non-mainstream, termasuk Asia Selatan, sebagai alternatif dari tujuan global yang semakin padat. Wisatawan kini lebih tertarik pada perjalanan yang menawarkan kedalaman pengalaman, lanskap alam yang kuat, serta nilai emosional dan reflektif.

“Wisatawan tidak lagi menginginkan perjalanan yang seragam. Mereka mencari pengalaman yang relevan secara personal, punya cerita, dan membuka perspektif baru,” ujar Ricky Hilton, General Manager Communications and CRM Golden Rama Tours & Travel. Menurutnya, Golden Rama merespons tren ini melalui kurasi rute yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya konteks budaya dan makna.

Asia Selatan, Destinasi Experience-led Travel

Rute Asia Selatan yang dikembangkan Golden Rama dikenal memiliki karakter alam ekstrem, empat musim, serta kekayaan budaya dan spiritual yang kuat. Selain relatif jarang ditawarkan oleh agen perjalanan di Indonesia, destinasi ini menjadi pembeda utama Golden Rama dalam menghadirkan perjalanan berbasis pengalaman (experience-led travel).

Memasuki 2026, Pakistan menjadi salah satu fokus utama. Negara ini menawarkan kombinasi pegunungan megah, sejarah peradaban panjang, dan pengalaman eksplorasi yang masih terbuka luas. Salah satu daya tariknya adalah Sarfaranga Cold Desert di kawasan Skardu, gurun pasir bersuhu sejuk dengan latar pegunungan bersalju yang menghadirkan kontras lanskap unik.

Perjalanan ke Pakistan dirancang menyeluruh, mencakup Islamabad, Skardu, dan Gilgit, dengan panorama Danau Kachura, Hunza Valley, Haramosh Valley, hingga Attabad Lake dan Naltar Valley yang dikenal dengan danau berwarna-warni. Rute ini juga dilengkapi kunjungan ke Swat, Malam Jabba, serta Lahore, kota bersejarah dengan ikon budaya seperti Badshahi Mosque dan Lahore Fort.

Destinasi Ikonik Sarat Makna

Selain Pakistan, Golden Rama juga mengkurasi destinasi ikonik Asia Selatan yang menawarkan kedalaman pengalaman. Di Nepal, wisatawan diajak mengunjungi Swayambhunath Stupa, situs warisan dunia UNESCO yang menghadap Lembah Kathmandu dan menjadi simbol spiritual sekaligus titik refleksi di tengah dinamika kota.

Bhutan menghadirkan pengalaman yang lebih hening melalui Taktsang Monastery atau Tiger’s Nest, biara legendaris yang berdiri di tebing tinggi Lembah Paro. Perjalanan menuju lokasi ini merepresentasikan filosofi Bhutan tentang kebahagiaan, kesederhanaan, dan harmoni dengan alam.

Sementara di India bagian utara, Leh Ladakh menjadi sorotan melalui Pangong Lake, danau air asin tertinggi di dunia yang dikenal dengan perubahan warna airnya. Lanskap ini menegaskan karakter Ladakh sebagai destinasi high-altitude experience yang menantang fisik sekaligus memberi ketenangan batin.

Ketiga negara tersebut diposisikan sebagai perjalanan yang tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga relevansi emosional dan ruang refleksi, selaras dengan kebutuhan wisatawan modern.

Target Pertumbuhan 2026

Seiring meningkatnya minat terhadap rute Asia Selatan, Golden Rama menargetkan pertumbuhan portofolio destinasi ini sebagai emerging market di atas 10% sepanjang 2026. Target tersebut didorong oleh kurasi produk bernilai tinggi serta permintaan wisata yang semakin selektif.

“Perjalanan bagi kami bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan proses membangun koneksi dengan dunia dan kembali dengan sudut pandang baru,” tutup Ricky Hilton. Golden Rama menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perjalanan yang tidak hanya meninggalkan jejak di peta, tetapi juga makna bagi para wisatawan. (mas)