Taman Safari Bogor kantongi Sertifikasi ISO Global

JAKARTA (IndoTelko) - Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor resmi memperoleh sertifikasi internasional UKAS untuk ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018. Pengakuan ini menegaskan konsistensi perusahaan dalam menerapkan standar global pada pengelolaan lingkungan serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh aktivitas operasionalnya.

Sertifikasi tersebut diraih melalui proses audit independen yang dilakukan PT SGS Indonesia dengan akreditasi dari United Kingdom Accreditation Service (UKAS), lembaga akreditasi bertaraf internasional. Dengan pencapaian ini, TSI Bogor tercatat sebagai salah satu pelopor di sektor theme park dan eduwisata nasional yang mengadopsi sertifikasi UKAS untuk kedua standar tersebut.

ISO 14001:2015 berfokus pada sistem manajemen lingkungan berbasis risiko guna meminimalkan dampak operasional terhadap lingkungan secara terukur dan berkelanjutan. Sementara itu, ISO 45001:2018 memastikan penerapan sistem K3 yang terintegrasi untuk melindungi tenaga kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Kedua standar tersebut menjadi elemen penting dalam penguatan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab.

Direktur Utama Taman Safari Indonesia, Aswin Sumampau, menyatakan bahwa sertifikasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan. Menurutnya, upaya konservasi satwa harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap manusia dan lingkungan. Penerapan standar internasional dinilai menjadi landasan penting dalam menjadikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi dan operasional perusahaan.

Senada dengan itu, General Manager Taman Safari Bogor, Sere Nababan, menambahkan bahwa sertifikasi ini memperkuat penerapan ESG secara menyeluruh. Seluruh proses operasional kini dijalankan secara sistematis, terukur, dan akuntabel, sekaligus mendukung kontribusi nyata perusahaan terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Ke depan, TSI Bogor berkomitmen terus memperkuat kerangka tata kelola dan manajemen risiko dengan mengacu pada standar internasional. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Taman Safari Indonesia sebagai rujukan konservasi modern di kawasan Asia serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap praktik eduwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. (mas)