YELO bukukan keuntungan Rp14,7 miliar sepanjang 2021

JAKARTA (IndoTelko) — PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) terus melakukan percepatan ekspansi layanan internet cepat dan terjangkau, hari ini mengumumkan hasil audit laporan keuangan per Desember 2021, dimana Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan yang cukup signifikan di tahun 2021 sebesar Rp500,1 miliar, dari pendapatan Perseroan sebesar Rp159,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Hasil positif ini berasal dari kontribusi pendapatan YELO dari penjualan paket data di pasar domestik dari anak usaha PT Abdi Harapan Unggul (AHU) yang di akuisisi Perseroan pada akhir tahun 2021. Di tahun 2021, pendapatan dari Digital Product atau Paket Data tercatat sebesar Rp499,3 miliar, naik siginifikan sebesar 212% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp159,9 miliar.

“Sepanjang tahun lalu, YELO terus melakukan ekspansi bisnis dan layanan, salah satunya mengakuisisi PT Abdi Harapan Unggul (AHU). Langkah ini berhasil memberikan kontribusi positif kepada Perusahaan, sehingga mampu membalikkan keadaan dari sebelumnya rugi di tahun 2020, menjadi laba pada tahun 2021. Laba kotor Perseroan di tahun 2021 tercatat sebesar Rp15,5 miliar naik 13X dari laba kotor di tahun 2020 sebesar Rp1,1 miliar Sementara dari sisi laba bersih, YELO mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp14,7 miliar. Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dimana Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,6 miliar,” kata Direktur Utama YELO, Wewy Susanto.

Untuk mempertahankan kinerja positif tersebut, YELO terus melakukan percepatan ekspansi layanan internet cepat dan terjangkau. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi YELO di tahun ini sebagai digital ISP (Internet Service Provider) berbasis kabel fiber optic yang menyediakan internet cepat dengan harga terjangkau keseluruh pelosok desa yang terbentang sepanjang Pulau Jawa. Melalui layanan terbaru dengan nama Viberlink, Perseroan optimis dapat menghasilkan kinerja yang baik hingga akhir tahun 2022.

Dia melihat peluang akan kebutuhan internet yang semakin tinggi dan ditambah dukungan Pemerintah dalam pengembangan konektivitas di seluruh pelosok desa di pulau Jawa, kami optimis dapat melanjutkan kinerja positif Perseroan yang sudah dicapai sejak tahun lalu.

“Ekspansi bisnis YELO ke bidang digital ISP dimulai sejak YELO resmi mengakuisisi 99% saham PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) pada awal tahun ini. Dengan demikian lengkaplah layanan bisnis connectivity YELO, mulai dari segmen pasar lokal (data internet,dll), hingga ke kebutuhan internet di luar negeri (Passpod) yang akan semakin bertumbuh seiring dengan semakin banyak orang melakukan perjalanan ke luar negeri setelah pandemi menjadi endemi. Denganakuisisi TKP ini, YELO berniat untuk menghadirkan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau sampai ke wilayah pelosok desa di seluruh pulau Jawa. Dengan demikian, kegiatan pemberdayaan digital economy di tingkat desa dapat berkembang lebih cepat,” tutup Wewy.(wn)