Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

09:11:47 | 05 Jan 2017
Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur
Nuryanto, Pengelola Omah Mbudur(dok)

MAGELANG (IndoTelko) – Destinasi wisata Borobudur merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan yang dicanangkan kementerian pariwisata di tahun 2016.

Dusun Jowahan, desa Wanurejo, kecamatan Borobudur adalah satu titik wisata di kawasan Borobudur yang sayang untuk dilewatkan. Pengembangan potensi wisata di kawasan Borobudur tidak hanya sekedar berkunjung ke sebuah candi warisan nenek moyang kita, namun wisatawan juga bisa tinggal selama mungkin di Homestay, menikmati suasana alam pedesaan yang masih alami.

Tersedia banyak kegiatan wisata mulai dari kerajinan, Kuliner, aneka masakan tradisional, kunjungan ke home industri, Wisata Alam ala Mbudur seperti outbound,Tracking, Camping, Wisata Agro, dan Wisata cagar Budaya dengan berkunjung ke Candi Borobudur, candi Mendut dan Pawon, situs vanuarejan di kampoeng jowahan, serta Wisata kesenian tradisional.

Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

Hutan belantara

Perkenalkan Nuryanto. Seniman “gila” asal Magelang yang sudah cukup lama fokus menjalankan usaha kerajinan yang diproduksi di Yogya, lalu ia membuka usaha tersebut di Bali.  Ini yang membuat Nuryanto mesti wira-wiri Yogya-Bali untuk mengurusi usahanya di dua kota tersebut.  Namun, karena kecintaannya akan Tanah Kelahirannya Magelang, Nuryanto boyongan kembali ke Magelang. 

Nuryanto meninggalkan Bali tahun 1999, Ia pun mulai merintis usaha di Tanah Kelahirannya pada tahun itu dan pada 2007 ia membangun Omah Mbudur.    “Saya tinggalkan Bali, karena saya cinta Tanah Kelahiran saya dan ingin membangun Tanah Kelahiran ini,” kata Nuryanto saat dikunjungi IndoTelko beberapa waktu lalu, sambil menunjukkan hamparan tanah yang sudah berdiri kokoh bangunan dengan model pendopo yang diberi nama Omah Mbudur.

Pada tahun 1999 Nuryanto mulai merintis kehidupannya di kawasan Borobudur. “Saya mulai dari nol di sini. Pertama kali saya datang ke sini, hampir semua orang mengatakan saya ini gila.  Membeli tanah ini, membuka hutan dan membangun kawasan ini untuk sekedar kumpul-kumpul para seniman dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

“Wah, kalau yang dulu-dulu diceritakan, rasanya sakit hati. Nikmati saja yang sekarang sudah ada,” kenangnya.

Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

Nuryanto menjelaskan, Omah Mbudur yang pada akhir Desember lalu di resmikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dibuatnya sebagai wadah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkumpul, berdiskusi, dan kegiatan lainnya.  Bagi bapak 3 anak ini, kalau tidak ada wadah, mustahil orang bisa maksimal berkreasi. 

“Omah Mbudur ini saya bangun untuk semua.  Semua orang bebas menggunakan kawasan ini,’ katanya. 

Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

Dukungan keluarga khususnya istri menjadi penyempurna aktifitasnya.  “Istri saya yang menjadi pengingat langkah saya.  Kapan saya harus begini, kapan saya harus istirahat, kapan saya harus beribadah dan menghadap-Nya,” paparnya.

Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

Desa Wisata
Konsep desa wisatalah yang mengilhami Nuryanto untuk berani “mati” dalam mengembangkan wisata Borobudur.

Selain kerajinan tangan yang kelak menjadi oleh-oleh para wisatawan, Nuryanto juga mengajak masyarakat sekitar untuk ramai-ramai menyediakan kamar dan rumah tinggal untuk para wisatawan.

Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

“Awalnya sangat sulit dan berat mengedukasi masyarakat sekitar sini.  Namun lama-kelamaan mereka sadar dan melihat potensi kampung halamannya,” kata Nuryanto.

Menurut Nuryanto, Homestay pertama kali yang dibuka adalah milik bibi dan om-nya yang juga merupakan warga dusun tersebut.

Dijelaskan Nuryanto, saat ini sudah puluhan homestay berdiri dan bisa dipilih dari berbagai pilihan, dari yang sederhana hingga yang eksklusif.  “Rata-rata setiap homestay atau rumah penduduk menyediakan 2 kamar tidur,” katanya.

Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

Digitalisasi dan modernisasi
Peran Telkom membuat kawasan ini menjadi lebih dikenal dan mendunia tak dipungkiri Nuryanto. Pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang digagas Nuryanto kini sudah mampu menyerap lebih dari 50 orang tenaga kerja yang pada awalnya hanya 2 orang.

Nuryanto menegaskan bahwa Telkom adalah perusahaan BUMN yang sangat mendukung dan membantunya dalam mengembangkan wisata ini.

“Bayangkan coba, mana ada perusahaan yang mau rela menyuplai jalur telepon fiber optik masuk ke area ini.  Area ini apa, hanya hutan belantara yang dihuni tidak lebih dari 10 kepala keluarga,” jelasnya.

Menurutnya, kabel Telkom yang ditarik dari kawasan luar tidaklah pendek. “Coba hitung berapa meter bahkan kilometer kabel yang mesti disiapkan Telkom untuk masuk ke sini,’ ujar Nuryanto.

 Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

“Saya sangat berterima kasih sekali dengan Telkom khususnya Bapak Awaluddin (mantan Direktur Enterprise dan BusinessService Telkom) yang sekarang sudah di Angkasa Pura. Beliau berani menjadikan kawasan ini sebagai desa wisata yang sudah digital,” tambahnya.

Dikatakannya, sosok Awal pandai melihat potensi sebuah kawasan. "Hingga kini meski Pak Awal tidak lagi di Telkom, ia sering datang dan mampir ke sini usai menyambangi anaknya yang bersekolah di SMU Taruna Nusantara Magelang. Dulu Pak Awal juga gak segan-segan ikutan membantu membuat kerajinan miniatur candi,” kenangnya.

Jalur fiber optik yang digelar Telkom sepertinya tidak sia-sia.  Wisatawan mancanegara makin mengenal desa wisata ini melalui jalur internet. “Mereka awalnya melihat dari internet baik blog maupun youtube,” katanya.

Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

Diceritakan Nuryanto, hampir setiap saat wisatawan baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke sini.  Selain berkelompok, ada juga yang datang bersama keluarga atau pasangannya untuk menikmati keindahan Borobudur dan belajar kerajinan tangan.  

Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

“Februari nanti ada keluarga dari Jerman yang sudah mendaftarkan untuk tinggal di sini hingga 10 hari,” sembari mengungkapkan biaya yang dikeluarkan keluarga tersebut hingga mencapai Rp 300-an juta.

 Kala dunia dalam genggaman Omah Mbudur

Menurutnya, yang jelas saat ini desa tempat tinggalnya sudah tidak lagi terisolasi dari dunia, titik-titik hotspot bertebaran di kawasan ini untuk lebih menduniakan wisata Borobudur. Wisatawan pun bisa menikmati aneka suguhan atraksi, edukasi, dan tentunya kesejukan alam yang bukan tidak mungkin tidak ada di tempat lain.

Nuryanto punya aksi didukung visi yang jelas, sementara Telkom punya modal dan keberanian. Kolaborasi yang trengginas membawa kawasan wisata Borobudur menggenggam dunia.(sg)

Baca Juga:
More Stories
 
Muhammad Awaluddin
Rubrik ini diasuh oleh Chairman of Indonesia Digital Society Forum (IDSF) yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin juga penulis Buku Digital EntreprenuerShift dan Digital ChampionShift.

Pembaca bisa bertanya seputar cara mengelola bisnis dan solusi-solusi Teknologi Informasi untuk transformasi digital melalui email ke alamat Redaksi@IndoTelko.id

Pengasuh akan menjawab setiap email yang masuk melalui sub kanal ini dari setiap pertanyaan yang masuk.

Jangan lupa cantumkan alamat sesuai KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi di email.

 
Digital Talk

Rubrik Digital Talk dipersembahkan oleh Indosat dan Ooredoo untuk berbagi pengetahuan tentang mengembangkan serta membangun usaha berbasis teknologi informasi bagi pelaku bisnis di Indonesia.