Anyaman Belitung mendunia berkat internet

09:21:55 | 29 Dec 2016
Anyaman Belitung mendunia berkat internet
Muhammad Hatta, perajut muda asal Belitung (dok)

BELITUNG (IndoTelko) – Tak banyak anak seumuran Muhammad Hatta, Anak Baru Gede (ABG) asal Belitung kelas 12 sekolah menengah kejuruan di pulau Belitung.

Pemuda berperawakan gemuk ini punya kemampuan yang sangat unik dan hanya biasa dilakoni oleh wanita, menganyam, membuat pernak-pernik, dan mendesain pakaian wanita.

Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hatta menggeluti hobinya ini.  Berbagai jenis rajutan ia buat lewat tangannya yang lincah dan gemulai.  Uniknya anyaman karya nya justru menggunakan bahan baku yang di luar pikiran orang banyak. 

Anyaman Belitung mendunia berkat internet

Hasil Rajutan 

Hatta menganyam berbagai jenis produk menggunakan tali rapia dan kantong kresek yang sudah tidak terpakai.

Dari ‘”tarian” tangannya, Hatta mampu menghasilkan berbagai jenis karya yang cukup unik. Mulai dari tas, dompet, topi pantai, tempat ponsel, topi wanita, gantungan kunci, sarung botol minuman, pernak-pernik gantungan kunci anyaman, dan masih banyak lainnya yang benar-benar buatan tangannya.

Anyaman Belitung mendunia berkat internet

Pernak-pernik ala Hatta

Binaan Telkom

Hatta merupakan salah satu UKM binaan Telkom yang kini sudah mulai mendigitalkan produk karyanya lewat jalur dunia maya. (Baca juga : KUMKM Belitung yang mendunia).

Selain meningkatkan hasil produksi dan memenuhi pesanan pelanggannya, Hatta juga mengajari anak-anak muda di sekitar tempat tinggalnya merajut.  Ia pun tak sungkan berbagi ilmu dan ikut membina puluhan pemuda di Belitung khususnya Tanjung Pandan untuk punya kemampuan sepertinya dan bisa menghasilkan tambahan uang.

Bahkan Hatta juga menjadi guru ilmu keterampilan di sekolah-sekolah mulai dari SMP hingga SMU.  “Setiap hari saya mengajar di sekolah-sekolah.  Bidang studi keterempilan seperti ini yang saya ajarkan,” katanya saat dikunjungi IndoTelko di showroomnya di Tanjung Pandan Belitung.

Anyaman Belitung mendunia berkat internet

Layani pesanan

Menurut Hatta, banyak sekali pesanan yang datang kepadanya.  Kadang kala pesanan-pesanan tersebut sulit dipenuhinya lantaran dia masih bekerja sendiri.  Ia mencontohkan rajutan topi berbahan baku tali rapia.  “Topi ini pesanan sebuah sekolah yang ingin tampil dalam sebuah karnaval.  Sekitar 150 pesanan topi harus saya buat,” ceritanya.

Masuk Gallery KUKM

Selain memenuhi pesanan pelanggannya, Hatta pun mesti mengisi kebutuhan gallery KUKM Belitung, dimana ia tergabung di dalamnya bersama ratusan pengrajin rumahan lainnya.  Dan Hatta merupakan anggota KUKM termuda bahkan sangat muda yang ada di perkumpulan pengrajin asal Belitung ini.

Tak hanya jago menganyam dan membuat pernak-pernik.  Hatta juga mampu menciptakan desain baju wanita yang sangat cantik.  Bahkan ia sempat masuk tiga besar dalam lomba desain yang di gelar oleh deaainer nasional Ivan Gunawan dan sempat tampil di Jakarta.  “Saya ingin menjadi desainer ternama,” katanya mengungkapkan cita-citanya.

Anyaman Belitung mendunia berkat internet

Hatta dan Showroom

Masuknya Telkom dalam mendukung UKM digital di kawasan Belitung membuat perkembangan industri kerajinan dan rumahan di Belitung selangkah lebih maju.  Hatta pun merasakan hal itu.  Hatta sudah bisa menjual produknya lewat toko online yang disediakan Telkom, seperti Blanja.com.

Ia pun mulai memaksimalkan keberadaan sosial media seperi halnya Facebook.  Ia bercerita, bahwa bantuan Telkom dan bimbingan dari ketua UKM Digital Belitung Ibu Wiji Rahayu yang membuatnya bersemangat mendigitalkan produknya.  “Ibu Wiji yang ajarkan saya main internet dan membuat Facebook,” katanya.

Anyaman Belitung mendunia berkat internet

Amir (Telkom), Wiji Rahayu (UKM Digital), Hatta, dan Setia (IndoTelko)

Lewat Facebook ia sempat merasakaan penjualan produknya dengan harga yang cukup tinggi.  Sebuah tas wanita yang terbuat dari bahan kantong plastik yang dianyam.  “Waktu itu barangnya hanya satu.  Namun banyak sekali yang mau dan berminat membeli,” ceritanya.  Demi keadilan dan menghindari hal-hal yang tidak enak, Hatta melelang produknya tersebut.  “Tas itu laku Rp.1,5 juta,” katanya.

Sadar akan pengaruh internet dan digitalisasi terhadap karya-karyanya, Hatta kini rajin berinteraksi di dunia maya khususnya facebook. Ia berangan-angan bahwa produknya bisa dilihat orang dan dikenal.  Mimpinya pun kini semakin meningkat tinggi, ingin sekolah desainer di ibukota.  Ia ingin menjadi desainer yang andal dan mencipta berbagai produk pakaian wanita yang tentu saja dijual dan ditawarkan lewat internet.  Dan kini dunia sudah di tangan Hatta.  (sg)

Baca Juga:
More Stories
 
Muhammad Awaluddin
Rubrik ini diasuh oleh Chairman of Indonesia Digital Society Forum (IDSF) yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin juga penulis Buku Digital EntreprenuerShift dan Digital ChampionShift.

Pembaca bisa bertanya seputar cara mengelola bisnis dan solusi-solusi Teknologi Informasi untuk transformasi digital melalui email ke alamat Redaksi@IndoTelko.id

Pengasuh akan menjawab setiap email yang masuk melalui sub kanal ini dari setiap pertanyaan yang masuk.

Jangan lupa cantumkan alamat sesuai KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi di email.

 
Digital Talk

Rubrik Digital Talk dipersembahkan oleh Indosat dan Ooredoo untuk berbagi pengetahuan tentang mengembangkan serta membangun usaha berbasis teknologi informasi bagi pelaku bisnis di Indonesia.