Keliling dunia dari kawasan Baduy

10:16:36 | 13 Nov 2016
Keliling dunia dari kawasan Baduy
BLC Baduy. Kerajinan masyarakat Baduy (Insert)

BANTEN (IndoTelko) – Terbelakang dan jauh dari hiruk pikuk perkembangan teknologi.  Inilah tanah Baduy.  Suku Baduy merupakan suku asli Sunda Banten yang masih menjaga tradisi antimodernisasi, baik cara berpakaian maupun pola hidup lainnya.  Suku ini terbagi dalam suku Baduy Luar dan Suku Baduy Dalam.

Ada perbedaan antara Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar.  Suku Baduy Dalam lebih teguh memegang adat istiadat suku mereka, sedangkan Baduy Luar sudah mulai terpengaruh dengan budaya dari luar. 

Masyarakat Baduy luar juga mengenali teknologi berupa alat-alat elektronik, walaupun sesuai pantangan adat yang berlaku mereka sama sekali tidak mempergunakannya, dan bahkan menolak penggunaan listrik.

Perkampungan suku Baduy Luar terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.   Berjarak kurang lebih 120 kilometer dari ibukota Jakarta.

Perjalanan mencapai kampung Suku Baduy luar, diperlukan hanya satu jam perjalanan dengan berjalan kaki dari Terminal Ciboleger sebagai pemberhentian terakhir bagi yang membawa kendaraan pribadi.

Keliling dunia dari kawasan Baduy

Pintu masuk kawasan Baduy 

Akses dunia luar

Bicara Telekomunikasi, masyarakat Baduy mulai mengenal dunia internet.  Beberapa waktu lalu PT Telekomunikasi  Indonesia Tbk (Telkom) menghadirkan  Broadband Learning Center (BLC) di SDN II Bojong Menteng, Kampung Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar yang notabene kawasan sekitar kampung Baduy.

Di BLC yang dibangun Telkom disediakan 10 Personal Computer (PC), akses internet dengan Wifi.id dan astinet.  Ada tiga titik Wi Fi yang disiapkan oleh Telkom.  Ketiga WiFi tersebut masing-masing terletak di di SDN II Bojong Menteng, Rumah Singgah Baduy Luar, dan Terminal Ciboleger.  Kehadiran koneksi internet ini membuat masyarakat Baduy dan  sekitarnya “dipaksa”  untuk melek teknologi.

Keliling dunia dari kawasan Baduy

BLC, Terobosan Telkom Group

Adalah Muhazar, penduduk Baduy Luar yang cukup rajin mengikuti kelas belajar internet di BLC.  Awalnya ia kurang begitu berminat terhadap perangkat komputer.  Setelah sekali, dua kali, dan terus berulang menyambangi BLC, lama-lama ia ketagihan.  Meskipun pada dasarnya masyarakat Baduy seperti Muhazar tidak mengenal huruf dan angka alias buta huruf.  Di BLC inilah mereka dibukakan matanya dan diberi pendidikan dasar termasuk baca tulis.

Menurut Sahroni, salah seorang pemandu wisata di kampung Baduy Luar, kehadiran internet membuat kehidupan di kawasan ini berubah drastis.  Awalnya mereka sama sekali buta akan dunia luar.  Termasuk cara mereka berjualan hasil kerajinan tangan yang mereka buat.

Masyarakat Baduy yang ingin menjual kerajinan tangannya, tak perlu menunggu lama dan repot-repot menjajakan hasil karyanya kepada pengunjung dan wisatawan yang datang.  Mereka bisa memanfaatkan jejaring sosial untuk menawarkan produk hasil kerajinan tangannya. Dengan bantuan instruktur yang selalu siap di BLC, komunikasi dengan dunia luar bisa terjalin.

Komunikasi lancar

“Kami bisa melihat kehidupan daerah lain dari internet.  Bahkan kami bisa keliling dunia hanya dari meja komputer,” ujar Sahroni bercerita.  Ia pun memaparkan alat komunikasi berupa ponsel yang juga sudah bisa digunakan di daerah ini.

Di kawasan ini komunikasi seluler bisa dirasakan.  Lagi-lagi layanan dari Telkom Group yang bisa dinikmati.  Adalah Telkomsel yang menggelar layanannya di sini. Tak tanggung-tanggung, jaringan 4G langsung ditancapkan oleh operator merah putih ini di kawasan Kampung Baduy dan sekitar Ciboleger. 

Memang untuk coverage di kawasan Baduy, hanya sebatas kampung Baduy luar saja.  Layanannya pun hanya sebatas SMS.  Kalau kita ingin melakukan panggilan suara alias telepon, kita mesti berpindah posisi ke daerah yang lebih tinggi. 

Keliling dunia dari kawasan Baduy

Salah seorang suku Baduy Dalam

Namun bila kita berada di kawasan Ciboleger, jangan ditanya untuk akses jaringan 4G nya.  Kekuatan akses data di kawasan ini sungguh super.  Tembus hingga 76 Mbps.  (Hasil uji jaringan di area ini secara detil segera akan kami suguhkan di kanal Drive Test).

Satu operator lain yang juga sudah memberikan layananya di sini adalah Indosat.  Meskipun operator ini hanya mampu menyuguhkan jaringan 3G yang punya kecepatan akses data di bawah 4 Mbps dan cuma sebatas kawasan terminal Ciboleger saja.  Bila mulai masuk ke kampung Baduy luar, sinyal yang di dapat adalah nol alias blank spot.   Jangankan untuk akses data, bertelepon dan SMS sudah tidak bisa dilakukan.

Tiga operator lain yakni XL, Tri, dan Smartfren sama sekali tidak terdeteksi sinyalnya.  Jangankan untuk akses data, sekedar ber-SMS pun tidak bisa.  Indikator sinyal ketiga operator benar-benar tidak menunjukkan tanda-tanda “kehidupan”.

Memang dari sisi bisnis, kawasan ini sangat tidak mungkin bisa memberikan keuntungan bagi operator penyedia layanan.  Namun komitmen dari Telkom Group selaku perusahaan Merah Putih untuk memberikan layanan hingga ke pelosok negeri membuat perubahan yang sangat signifikan dari sebuah kawasan tertinggal. 

Dan masyarakat sekitar pun bisa melek teknologi sebagaimana masyarakat di kawasan Baduy dan Ciboleger yang bisa berkeliling dunia dari kampung halamannya.(sg)

Baca Juga:
More Stories
 
Muhammad Awaluddin
Rubrik ini diasuh oleh Chairman of Indonesia Digital Society Forum (IDSF) yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin juga penulis Buku Digital EntreprenuerShift dan Digital ChampionShift.

Pembaca bisa bertanya seputar cara mengelola bisnis dan solusi-solusi Teknologi Informasi untuk transformasi digital melalui email ke alamat Redaksi@IndoTelko.id

Pengasuh akan menjawab setiap email yang masuk melalui sub kanal ini dari setiap pertanyaan yang masuk.

Jangan lupa cantumkan alamat sesuai KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi di email.

 
Digital Talk

Rubrik Digital Talk dipersembahkan oleh Indosat dan Ooredoo untuk berbagi pengetahuan tentang mengembangkan serta membangun usaha berbasis teknologi informasi bagi pelaku bisnis di Indonesia.