Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Eksplorasi Jaringan ala Telkomsel

24:52:18 | 19 Aug 2013
Eksplorasi Jaringan ala Telkomsel
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko)  - Kinerja Telkomsel hingga  semester pertama 2013 lumayan mentereng.

Anak usaha Telkom itu mencatat keuntungan  sebesar Rp 8,57 triliun atau naik 17,5% dibandingkan periode semester I-2012 sebesar Rp 7,295 triliun.

Penopang keuntungan Telkomsel selama semester I-2013 adalah pendapatan sebesar Rp 28,47 triliun atau naik 12% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 25,42 triliun.Jika dilihat per kuartal, pendapatan Telkomsel tumbuh tipis yakni 4,4% dari Rp 13,92 triliun di kuartal I-13 menjadi Rp 14,5 triliun di kuartal kedua 2013.

“Salah satu kekuatan Telkomsel bisa mengalami pertumbuhan yang positif adalah konsisten membangun jaringan. Telkomsel yang bisa menerobos hingga tingkat kecamatan di seluruh Indonesia,” ungkap Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga, kemarin.

Diungkapkannya, hingga Juli lalu Telkomsel sudah punya 64.000 BTS dan akan bertambah 6.500 lagi sehingga akhir tahun bisa 70.000 BTS dengan dukungan  belanja modal sekitar Rp 10 triliun untuk pembangunan ini.

“Tahun depan kita siapkan lagi dana sekitar Rp 10 triliun untuk pembangunan BTS. Kita tidak mau hanya mengandalkan pasar di Jawa untuk sumber pendapatan. Ini salah satu kunci Telkomsel tetap menguasai pangsa pasar seluler nasional,” katanya.

Sekadar diketahui,  saat ini Telkomsel menguasai market share pelanggan berbasis GSM sekitar 42%, Indosat 16,7%, XL Axiata 15,9%, Hutchison 3 Indonesia (Tri) 5,4%, dan Axis Telekom Indonesia 2,1%.

Tantangan
Menurutnya,  tantangan Telkomsel  sebagai penguasa pasar adalah mengutilisasi infrastruktur yang dimilikinya agar sebaran hingga tingkat kecamatan di seluruh Indonesia itu bisa optimal.

“Pembangunan jaringan Telkomsel terkadang tak diimbangi  oleh jalur distribusi. Para diler terkadang kedodoran. Akhirnya kami berinovasi melalui Mobile Grapari untuk memperkuat penjualan langsung,” jelasnya. 

Fasilitas yang tersedia di Mobile Grapari dilengkapi dengan fasilitas penjualan produk kartuHalo, simPATI, Kartu As, ponsel bundling, digital service, Value Added Service (fitur VAS), hinggalayanan purna jual Telkomsel.

Mobil yang disebar ini  juga menyediakan  edukasi mengenai teknologi dan berbagai hal tentang   kebudayaan  nasional Indonesia yang diharapkan dapat memperkuat rasa cinta Tanah Air.

Pola kerjasama operasional Mobile Grapari ini adalah Telkomsel menyewa ke Koperasi Telkomsel (Kisel). Sedangkan perlengkapannya, Telkomsel yang melakukan investasi. Dana untuk menyulap satu mobil menjadi mobile Grapari diperkirakan sekitar Rp 20 juta –Rp 30 juta.

Tahap pertama telah tersedia 268 mobile Grapari yang disebar sebanyak 60 unit ke area Sumatra, 43 unit ke Jabodetabek dan Jawa Barat, 59 unit ke area Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta 106 unit ke area Sulawesi, Kalimantan, Papua serta Maluku. Tahun depan jumlahnya ditingkatkan menjadi 450 unit.

Diperkirakan satu mobil nantinya akan mampu menghasilkan penjualan sekitar Rp 40 juta per bulan atau Rp 10 miliar dari semua mobil per bulan

“Mobile GraPARI akan menjadi alternatif bagi masyarakat kota tetapi yang terpenting layanan ini dapat menjangkau desa-desa. Kita harapkan di setiap pulau itu dua kabupaten dijelajahi oleh mobil ini Jadi, jaringan kita yang hingga pelosok itu bisa optimal sehingga kontribusi pendapatan bisa merata,” katanya

Diungkapkannya,   dalam masa uji coba selama Lebaran lalu terhadap 46 unit Mobile Grapari  yang disebar disepanjang jalur mudik, diantaranya Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Respons pasar lumayan positif.

Hasil  catatan Telkomsel pada malam Lebaran lalu total isi ulang yang dilakukan pelanggan mencapai Rp 262 miliar  lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya yang tercatat Rp 231 miliar.

“Kami harus mempertahankan penguasaan pangsa pasar di daerah. Soalnya ini salah satu penopang untuk mencapai target pendapatan Rp 60 triliun pada tahun ini,” ungkap Alex.

Aksi menebar Mobile Grapari ini bisa dikatakan upaya Telkomsel untuk terus menekan pesaing yang ingin masuk ke pasar daerah.

Pasalnya, walau pemain baru masuk ke satu daerah hanya bisa mengusik sekitar 20% persen pangsa pasar pemain lama, tetapi itu sudah siginifikan mengubah Average Revenue Per User (ARPU) di daerah tersebut dan bisa mengubah kalkulasi pengembalian investasi.

Sesuatu yang harus dihindari Telkomsel, mengingat investasi yang digelontorkan mengembangkan jaringan sudah kadung besar.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year