telkomsel halo

Telkom siapkan kampus hadapi era AI dan kuantum

07:41:00 | 04 Sep 2026
Telkom siapkan kampus hadapi era AI dan kuantum
JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat perannya dalam mendorong transformasi digital perguruan tinggi melalui pendekatan kolaborasi pentahelix. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kesiapan kampus menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, hingga era komputasi kuantum.

Komitmen tersebut disampaikan Telkom dalam agenda Indonesia Higher Education CIO Forum 2026yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), 31 Agustus hingga 1 September 2026. Forum yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, Chief Information Officer (CIO), serta pengelola teknologi informasi dari berbagai universitas ini membahas penguatan tata kelola digital, konektivitas riset, ketahanan siber, dan pemanfaatan AI.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan transformasi digital pendidikan tinggi membutuhkan kerja sama berbagai pihak karena tidak dapat dibangun oleh satu institusi saja.

“Tidak ada satu institusi pun yang mampu membangunnya sendirian. Di sinilah kolaborasi pentahelix menjadi kunci,” ujar Seno.

Menurutnya, kesiapan digital kini menjadi salah satu faktor penting bagi perguruan tinggi, mulai dari peningkatan kualitas layanan akademik, reputasi riset, hingga daya saing lulusan. Namun, masih terdapat kesenjangan antaruniversitas dalam hal konektivitas, integrasi sistem, serta standar pengelolaan data.

Melalui kolaborasi dengan ekosistem Indonesia Research and Education Network (IDREN), Telkom mendorong penguatan infrastruktur bersama, termasuk penerapan sistem keamanan seperti Security Operation Center (SOC) dan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk meningkatkan ketahanan digital kampus.

Selain menghadapi tantangan digital saat ini, Telkom juga menyoroti kesiapan menghadapi ancaman keamanan pada era komputasi kuantum. Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah skenario harvest now, decrypt later, yakni pencurian data terenkripsi yang berpotensi dibuka kembali ketika teknologi kuantum berkembang.

Seno menjelaskan, perguruan tinggi perlu mulai melakukan inventarisasi sistem kriptografi dan mempersiapkan migrasi menuju Post-Quantum Cryptography (PQC) sebelum 2030. Telkom sendiri tengah mengembangkan arsitektur jaringan quantum-safe yang menggabungkan PQC, Quantum Key Distribution (QKD), dan pendekatan Zero-Trust Architecture.

Dalam mendukung agenda tersebut, Telkom menempatkan diri pada tiga peran utama. Pertama, menyediakan infrastruktur digital nasional melalui jaringan fiber optik, pusat data berbasis AI, layanan cloud, serta platform keamanan digital. Kedua, mendorong inovasi kampus melalui kerja sama riset, joint lab, dan pengembangan teknologi agar dapat dikomersialisasikan. Ketiga, membuka akses teknologi global melalui berbagai kemitraan strategis.

Telkom juga telah menjalankan sejumlah inisiatif, termasuk penyediaan solusi AI untuk perguruan tinggi, pengembangan platform yang mengintegrasikan AI, cloud, dan keamanan siber, serta program Digistar Class untuk meningkatkan kemampuan talenta digital Indonesia.

Melalui forum tersebut, Telkom mengajak perguruan tinggi memperkuat tiga langkah utama, yakni memperbaiki tata kelola digital, membangun kolaborasi inovasi bersama industri, serta meningkatkan keamanan aset digital melalui kesiapan teknologi.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi Telkom dalam memperkuat ekosistem digital nasional dan mendukung terwujudnya pendidikan tinggi Indonesia yang lebih aman, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan teknologi masa depan. (mas)

GCG BUMN

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan