TBH bidik peluang baru operator seluler

05:05:00 | 05 Aug 2026
TBH bidik peluang baru operator seluler
JAKARTA (IndoTelko) - The Binary Holdings (TBH) menilai industri telekomunikasi Indonesia memasuki fase baru, di mana tantangan utama operator tidak lagi sekadar memperluas jangkauan pelanggan, melainkan meningkatkan keterlibatan (engagement) pengguna untuk menciptakan sumber pendapatan baru.

Menurut TBH, fenomena tersebut terlihat dari perkembangan industri digital dalam beberapa tahun terakhir. Di satu sisi, aplikasi digital yang mengandalkan layanan berfrekuensi tinggi seperti pembayaran dan transportasi berhasil membangun kebiasaan pengguna, namun basis penggunanya relatif terbatas. Di sisi lain, operator seluler memiliki jangkauan pelanggan yang jauh lebih besar, tetapi interaksi pengguna dengan aplikasi mereka masih rendah.

Data yang dipaparkan perusahaan menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 331 juta koneksi seluler aktif, sementara aplikasi operator umumnya hanya digunakan dalam waktu yang singkat setiap bulan. Sebagai perbandingan, MyTelkomsel saat diluncurkan kembali sebagai super app memiliki sekitar 40 juta pengguna aktif bulanan, sedangkan GoTo mencatat sekitar 27 juta pengguna yang bertransaksi setiap bulan setelah memfokuskan kembali bisnisnya.

TBH menilai perubahan struktur industri telekomunikasi, termasuk konsolidasi operator dan berakhirnya perang tarif, membuat ruang pertumbuhan dari layanan konektivitas semakin terbatas. Di sisi lain, dominasi pelanggan prabayar membuat kenaikan tarif bukan lagi strategi yang mudah diterapkan.

Mengacu pada studi Simon-Kucher Global Telecom Study 2026, pengguna yang aktif memanfaatkan aplikasi operator memiliki customer lifetime value lebih tinggi dibandingkan pelanggan biasa. Sementara pelanggan yang mengikuti program engagement juga tercatat memberikan peningkatan nilai pelanggan dan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU).

Untuk menjawab tantangan tersebut, TBH menghadirkan platform berbasis white-label yang telah diimplementasikan di sejumlah mitra, termasuk Daily Rewards di Telkomsel, The Binary Hub di Indosat Ooredoo Hutchison, dan Fando di GoPay. Platform tersebut memberikan insentif kepada pengguna melalui aktivitas digital seperti menonton video, bermain gim, atau mengakses marketplace yang kemudian dapat ditukar dengan pulsa, kuota data, maupun voucher belanja.

TBH mengklaim platformnya saat ini memproses sekitar 1,8 miliar transaksi mikro setiap bulan di sejumlah negara, dengan Indonesia menjadi pasar terbesar. Perusahaan menyebut pendekatan tersebut mampu meningkatkan durasi penggunaan aplikasi hingga sekitar dua kali lipat pada implementasi awal.

Founder dan CEO The Binary Holdings, Manit Parikh, mengatakan operator seluler membutuhkan model baru untuk membangun kebiasaan pengguna tanpa membebani pelanggan dengan biaya tambahan. Menurutnya, sumber pendapatan baru dapat berasal dari kolaborasi dengan brand dan merchant yang mendanai program engagement, sehingga operator memperoleh tambahan pendapatan seiring meningkatnya aktivitas pengguna di dalam aplikasi.

TBH memandang strategi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi operator untuk memperluas monetisasi layanan digital di tengah pertumbuhan industri telekomunikasi yang diperkirakan semakin moderat dalam beberapa tahun ke depan. (mas)

Artikel Terkait