PIJAR topang asesmen Digital di 2.000 sekolah

06:06:00 | 04 Aug 2026
PIJAR topang asesmen Digital di 2.000 sekolah
JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperluas pemanfaatan platform digital pendidikan PIJAR untuk mendukung transformasi pembelajaran di Indonesia. Sepanjang Semester I 2026, platform tersebut telah dimanfaatkan oleh lebih dari 718.500 siswa di lebih dari 2.000 sekolah yang tersebar di 33 provinsi.

Melalui PIJAR, Telkom mendukung berbagai kegiatan pendidikan, mulai dari try out Tes Kemampuan Akademik (TKA), asesmen digital, kompetisi akademik, hingga seleksi guru dan tenaga kependidikan berbasis Computer Based Test (CBT).

Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, mengatakan digitalisasi pendidikan tidak hanya sebatas menghadirkan teknologi, tetapi juga memastikan teknologi mampu meningkatkan kualitas proses belajar, asesmen, dan seleksi tenaga pendidik secara lebih efektif dan transparan.

Selama enam bulan pertama 2026, layanan try out TKA berbasis PIJAR diikuti lebih dari 91 ribu siswa, mencakup peserta dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Boalemo, dan Kota Balikpapan. Platform yang sama juga digunakan dalam penyelenggaraan Kompetisi Akademik LENTERA 2026 di Kota Semarang serta seleksi rekrutmen guru dan tenaga kependidikan di Kota Balikpapan.

Di bidang asesmen, PIJAR mendukung pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) yang melibatkan lebih dari 23.500 peserta dari sekitar 600 sekolah di Balikpapan.

Sementara itu, untuk pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS) Tahun Ajaran 2025/2026, platform ini menangani lebih dari 126 ribu jadwal ujian yang diikuti lebih dari 619 ribu siswa dari sekitar 900 sekolah di 33 provinsi. Selama periode 2 Maret hingga 15 Juni 2026, sistem PIJAR mencatat waktu operasional ujian mencapai 627 jam tanpa mengalami gangguan layanan (zero downtime).

Ke depan, Telkom menyatakan akan terus mengembangkan PIJAR agar semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia pendidikan. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran, asesmen, serta penguatan ekosistem pendidikan digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. (mas)

Artikel Terkait