TelkomGroup dukung Menkomdigi wujudkan ruang digital aman bagi anak melalui PP TUNAS

07:59:00 | 29 Apr 2026
TelkomGroup dukung Menkomdigi wujudkan ruang digital aman bagi anak melalui PP TUNAS
JAKARTA (IndoTelko) - Meutya Hafid menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom UniversityPeriode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Telkom University Convention Hall, Sabtu (25/4). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital RI menekankan pentingnya literasi digital, etika teknologi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan ruang digital yang aman bagi generasi muda, sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Kehadiran Menkomdigi didampingi Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, dan Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, serta disambut Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto beserta jajaran. Momentum wisuda ini dinilai strategis untuk memperkuat nilai kepemimpinan, etika digital, dan kesiapan menghadapi tantangan industri demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Meutya Hafid menegaskan lulusan Telkom University tidak hanya dibekali gelar akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk ikut menavigasi masa depan digital Indonesia. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan berkeadilan sebagaimana diamanatkan dalam PP TUNAS.

“Bekal ilmu ini menempatkan adik-adik agar tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tapi juga berani mengambil langkah mengambil peran sebagai penggerak dan juga untuk menciptakan nilai, memperluas manfaat teknologi, dan memperkuat daya saing bangsa khususnya di bidang digital,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan ruang digital saat ini yang tidak hanya terkait percepatan teknologi, tetapi juga meningkatnya misinformasi dan berbagai risiko di ruang siber. Karena itu, generasi muda diharapkan menjadi agen literasi digital di tengah masyarakat.

“Perlu saya sampaikan, misinformasi bukan hanya persoalan lokal, melainkan tantangan global menurut World Economic Forum 2025. Di mana pun kalian berada nanti, jadilah pandu-panduliterasi digital di daerah masing-masing. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, kami butuh kalian untuk menjadi penjaga kebenaran di tengah banjir informasi ini,” tegasnya.

Sebagai digital telco company terdepan di Indonesia, TelkomGroup menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi kebijakan pemerintah tersebut melalui penguatan keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta pengembangan solusi digital yang aman dan bertanggung jawab. Selain memperluas konektivitas nasional dan memastikan keamanan siber pada layanan yang dimiliki, Telkom juga aktif menghadirkan berbagai program edukasi mengenai etika bermedia digital, keamanan siber, serta pemanfaatan teknologi secara positif bagi generasi muda dan komunitas pendidikan di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia, Yayasan Pendidikan Telkom memiliki peran strategis melalui ekosistem pendidikan terintegrasi dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Pada pendidikan dasar dan menengah, fokus diarahkan pada pembentukan karakter, literasi, dan pemahaman awal teknologi digital. Sementara pada jenjang pendidikan tinggi, termasuk Telkom University, fokusnya pada pencetakan talenta digital unggul yang siap menjawab kebutuhan industri dan mendorong transformasi digital nasional.

Dian Siswarini turut menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan sekaligus menegaskan komitmen korporasi untuk mencetak generasi muda yang berdaya saing global di era digital.

“Kami melihat para lulusan hari ini bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi sebagai agent of change, individu yang mampu menciptakan solusi, membuka peluang, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan tentunya bagi bangsa,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, TelkomGroup melalui Telkom University juga menegaskan komitmennya membangun ekosistem digital yang aman dan berkelanjutan melalui deklarasi pengembangan Safe-AIyang human-centric. Inisiatif ini diharapkan memastikan inovasi teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetap berorientasi pada nilai kemanusiaan dan perlindungan generasi penerus bangsa.

Dalam wisuda periode ini, Telkom University melantik 1.502 wisudawan dari program doktoral, magister, sarjana, sarjana terapan, dan ahli madya. Momentum ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mencetak talenta masa depan yang unggul secara akademik, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi dinamika global serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. (mas)

Artikel Terkait