telkomsel halo

Cloudera perkuat platform Data Hybrid untuk dorong AI

06:06:00 | 11 Apr 2026
Cloudera perkuat platform Data Hybrid untuk dorong AI
JAKARTA (IndoTelko) - Cloudera meningkatkan kapabilitas platform data hybrid dan AI miliknya guna membantu perusahaan mempercepat modernisasi, menekan biaya infrastruktur, serta mengoptimalkan analitik di berbagai lingkungan data. Pembaruan ini difokuskan pada peningkatan stabilitas jangka panjang, fleksibilitas skalabilitas, dan keterbukaan interoperabilitas dalam satu arsitektur terpadu.

Di tengah tekanan modernisasi yang semakin tinggi, banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mengelola biaya, kompleksitas sistem, serta risiko operasional. Situasi ini semakin diperumit oleh lonjakan investasi AI yang menurut Gartner diproyeksikan mencapai US$3,33 triliun pada 2027. Kondisi tersebut membuat perusahaan membutuhkan platform yang lebih stabil dan efisien agar inovasi tidak terhambat oleh beban operasional.

Menjawab kebutuhan itu, Cloudera menghadirkan dukungan platform hingga 2032 dengan pengalaman terpadu di lingkungan cloud maupun pusat data. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjalankan strategi data tanpa harus menghadapi siklus upgrade yang berulang dan mahal, sekaligus menjaga konsistensi operasional di seluruh ekosistem hybrid.

Selain itu, Cloudera menekankan kemudahan modernisasi tanpa gangguan melalui pembaruan yang berjalan paralel di on-premises dan cloud. Hal ini membantu perusahaan meningkatkan performa sekaligus memenuhi tuntutan regulasi tanpa perlu melakukan migrasi besar yang berisiko.

Dari sisi teknologi, peningkatan juga mencakup optimalisasi otomatis pada tabel Apache Iceberg yang mampu mempercepat kueri dan mengurangi beban penyimpanan. Dukungan fitur cloud bursting memungkinkan organisasi menambah kapasitas komputasi secara elastis saat beban meningkat, tanpa harus memindahkan data. Sementara itu, kemampuan berbagi data lintas platform juga diperluas sehingga akses dapat dilakukan secara aman tanpa duplikasi data.

Chief Product Officer Cloudera, Leo Brunnick, menyatakan bahwa perusahaan kini menuntut fleksibilitas cloud, kontrol penuh terhadap data, serta skalabilitas tanpa gangguan dalam satu solusi. Hal tersebut menjadi dasar pengembangan platform terbaru ini.

Sementara itu, Country Manager Indonesia Cloudera, Sherlie Karnidta, menilai perusahaan di Indonesia tengah agresif mengadopsi AI. Namun, frekuensi upgrade infrastruktur yang tinggi justru berpotensi mengalihkan fokus dari inovasi. Dengan stabilitas platform yang diperpanjang serta arsitektur hybrid yang terintegrasi, perusahaan dapat menjalankan beban kerja AI secara lebih efisien tanpa kompromi terhadap keamanan dan tata kelola data.

GCG BUMN
Melalui pembaruan ini, Cloudera menegaskan komitmennya dalam menyediakan fondasi data modern yang mampu mendukung percepatan transformasi digital sekaligus menjaga efisiensi operasional di era AI. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories