telkomsel halo

UiPath dukung transformasi digital di Indonesia

11:03:37 | 19 Nov 2021
UiPath dukung transformasi digital di Indonesia
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Penyedia peranti lunak terkemuka global di bisang automasi untuk perusahaan, UiPath, menegaskan komitmennya untuk mendukung kesuksesan terselenggaranya transformasi digital bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dengan menghadirkan solusi Robotic Process Automation (RPA).

Hal ini selaras dengan makin signifikannya peran automasi berbasis robotik dalam merampingkan alur kerja di perusahaan, menjadi kian fleksibel, responsif, dan menguntungkan dari segi bisnis.

Menurut Vice President UiPath Southeast Asia, Wen Ming Wong, automasi proses berbasis robotik atau RPA punya peran yang kian signifikan sebagai enabler utama bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, peran, hingga tingkat kepuasan karyawan dengan memangkas beban tugas-tugas yang menjadi rutinitas keseharian mereka di perusahaan.

“Menurut penuturan responden yang terdiri dari para eksekutif global, 63% sepakat bahwa RPA merupakan komponen penting dalam proses transformasi digital, sedangkan 57% dari mereka mengatakan RPA bisa memangkas hingga kesalahan-kesalahan dalam proses manual. RPA mendorong pertumbuhan bisnis secara cepat dan signifikan di lintas sektor di seluruh dunia. Teknologi ini dengan sigap bisa menyelaraskan kebutuhan perusahaan untuk menggenjot kinerja akibat munculnya lonjakan kebutuhan yang tiba-tiba. Sebanyak 93% sepakat bahwa RPA mampu memenuhi kelaikan yang disyaratkan. Sementara itu, 68% karyawan mengatakan bahwa proses automasi justru akan membuat mereka kian produktif,” jelasnya.

Ditegaskannya,  RPA kini makin kritikal sebagai katalisator bagi suksesnya perjalanan transformasi digital di perusahaan-perusahaan, termasuk yang ada di Indonesia, sekaligus dalam mendukung mereka meraih kesuksean bisnis di era digital yang kian berkembang pesat saat ini.

Dalam buku putih IDC bertajuk, “The Economic Impact of UiPath Robotic Process Automation” disebutkan bahwa pengadopsian software RPA diharapkan akan turut memacu pertumbuhan bisnis pelanggan UiPath dengan cepat, dari sekira $7 milar di seluruh dunia di 2021 meningkat menjadi $55 miliar di 2025.”* Lonjakan pertumbuhan ini sebagian disebabkan oleh munculnya lapangan kerja baru. IDC memprediksikan bahwa di 2025, sebanyak 73 juta lapangan kerja baru akan tercipta akibat pengadopsian UiPath RPA.

Sementara itu, IDC’s program vice president of intelligent process automation research, Maureen Fleming mengatakan, saat ini, baru 7% pekerja dengan kecapakan digital yang merasakan manfaat dari penggunaan RPA ini. Dengan laju pengadopsian seperti yang tertuang dalam studi ini, maka angka ini diprediksikan akan terus meningkat dengan laju pertumbuhan majemuk sekitar 70% per tahun dari 2020-2025 atau dengan kata lain mencapai 10% pekerja. Bahkan inpun dengan pertumbuhan pengadopsian RPA yang jauh dari mencapai titik patahan kurva pertumbuhan.

“Riset ini menunjukkan bahwa pendapatan yang dicapai bisnis dari pengadopsian RPA sudah menyentuh angka jutaan dollar, berhasil menciptakan ribuan lapangan kerja baru, serta membuka peluang bernilai miliaran dollar bagi ekosistem,” katanya.

RPA juga mendorong pertumbuhan ekonomi dengan terciptanya lapangan-lapangan kerja baru di pasar-pasar yang tengah bertumbuh. IDC mengestimasikan ada dua lapangan kerja baru untuk setiap pekerjaan yang tergantikan oleh RPA, dan bila berdasarkan pada bagaimana teknologi RPA ini berkembang pesat, rasio ini juga bisa berubah seiring waktu, muncul empat pekerjaan baru untuk setiap satu pekerjaan yang tergantikan.

Automasi membuka peluang besar menapaki karir-karir baru. Makin gencarnya transformasi digital membuat perusahaan, mau tak mau, harus meningkatkan skill karyawan mengenai RPA untuk mengoptimalkan produktivitas dan inovasi dari terselenggaranya automasi di perusahaan. Menurut riset UiPath, 68% pekerja dengan skill di atas rata-rata kini memperoleh gaji lebih tinggi dari sebelum ya dan 57% naik jabatan dan peran di perusahaan, dan ada penambahan tenaga kerja di perusahaan sebagai dampak dari pengadopsian RPA, 50% berasal dari karyawan baru dan 50% lainnya berasal dari karyawan yang ada namun dengan peningkatan skill baru.

Menurut Wen, automasi optimalkan produktivitas karyawan, sehingga mereka bisa lebih fokus pada tugas-tugas substansial lainnya, seperti hal-hal strategis, mengasah kreativitas, dan makin kolaboratif. “Seperti setiap kemunculan teknologi-teknologi baru lainnya, RPA dan AI akan mampu mencetak lapangan-lapangan kerja baru. Bahkan ini sudah berlangsung. Untuk itulah penting bagi perusahaan untuk segera melatih dan membuka jalan menuju pengadopsian automasi maupun teknologi-teknologi digital lainnya agar dapat mencetak SDM karyawan yang kian cakap dan makin antusias dalam berkarya,” katanya.

Keuntungan yang diperoleh dari pengadopsian UiPath RPA makin lengkap dengan adanya lebih dari 4.700 mitra yang tergabung dalam ekosistem. Mereka menawarkan produk dan layanan untuk pengembangan kecakapan dan mendukung penggelaran di sisi pelanggan. Dukungan RPA bisa berupa yang paling mendasar, seperti konektivitas jaringan maupun cloud storage, bahkan yang kompleks sekalipun, seperti konsultasi strategi bisnis, assessment SDM, hingga dukungan untuk pengembangan RPA centers of excellence.

IDC memprediksikan, bahwa secara global, pengadopsian UiPath dan mitra-mitranya dalam ekosistem akan turut menghasilkan sekira $5 miliar tahun ini dan $16,4 miliar di akhir 2025. IDC mengestimasikan bahwa UiPath bersama ekosistem mitranya akan mampu menciptakan sekira 40.000 lapangan kerja di akhir 2025 dan menghasilkan potensi pendapatan hingga $52,1 miliar dari tahun 2021 hingga 2025.

“Dengan adanya ekosistem mitra UiPath, kapabilitas platform automasi menjadi makin luas, terlepas dari apapun sektor yang digeluti dan skala bisnisnya,” imbuh Wen Ming Wong. “UiPath berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem ini terus tumbuh dengan menghadirkan peranti dan dukungan sebagai kunci dalam memberdayakan karyawan dalam bekerja nantinya di masa depan.”

UiPath juga menganugerahkan Visionary Educator 2021 kepada Kris Sujatmoko dari Universitas Telkom di Bandung, melalui UiPath Academic Alliance. Kris yang merupakan Associcate UiPath Certified Professional (UiRPA) telah berlabuh bersama program tersebut selama dua tahun. Ia memperkenalkan RPA kepada lebih dari ribuan mahasiswa Universitas Telkom di mana ia mengajar.

Kris menyiapkan lebih dari 50 sertifikasi bagi mahasiswa. Upayanya dalam melokalisasi konten pembelajaran mendapat sambutan baik dari akademia dan mampu membantu mereka memupus kendala bahasa yang dirasakan mahasiswa dalam belajar RPA.

Dijelaskan Regional Partner Manager, UiPath Indonesia, Pieter Harianto, Kris tergabung dalam UiPath Academic Alliance di program-program peningkatan kecakapan SDM di pemerintahan. "Muatan yang disampaikan oleh Pak Kris adalah mengenai kesiapan tenaga pendidik di lingkungan perguruan tinggi di regional dan telah membantu lebih dari 10 mitra akademik lainnya untuk bergabung dalam aliansi ini. Program magang RPA yang dia adakan menarik minat banyak mahasiswa dalam memelajari dasar-dasar keilmuan dan kecakapan terkait,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kris mengatakan, "Saya sangat bangga sebagai bagian dari UiPath Academic Alliance dan terpilih sebagai UiPath Visionary Educator. UiPath memberi ekosistem untuk mahasiswa berkreatifitas dan meningkatkan produktivitas. Saya berharap RPA sebagai bagian dari literasi digital yang paling mendasar yang harus dimiliki oleh semua mahasiswa di Indonesia." (ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year