Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

BAKTI tunjuk XL dan Telkomsel kelola 4G di 7.904 desa 3T

10:21:03 | 29 Sep 2021
BAKTI tunjuk XL dan Telkomsel kelola 4G di 7.904 desa 3T
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menetapkan PT XL Axiata Tbk (XL) dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebagai Mitra Kerja Sama Operasional (KSO) Layanan Seluler 4G di wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).

Direktur Utama BAKTI Kominfo Anang Latif menyatakan keduanya akan mengelola penyediaan layanan seluler Base Transceiver Station (BTS) 4G yang dibangun oleh BAKTI Kominfo di 7.904 desa/kelurahan di wilayah 3T.

“Operator terpilih akan mengelola jaringan yang BAKTI bangun di 7.904. Kami hanya menyiapkan infrastrukturnya, karena urusan frekuensi tentunya yang sudah menjadi milik operator. Jadi itulah kerja sama kami dengan operator,” ujarnya.

Menurut Dirut Anang Latif, BAKTI Kementerian Kominfo memiliki mandat membangun BTS 4G, termasuk dukungan sumberdaya listrik. Namun, untuk layanan operasional yang digunakan masyarakat akan disediakan Mitra KSO.

“Ketika beroperasional nanti sinyalnya muncul Telkomsel atau XL (sebagai mitra terpilih), dan yang mengeluarkan ongkosnya BAKTI menggunakan dana dari pembauran pembiyaan,” jelasnya.

Anggaran pembangunan BTS 4G merupakan bauran pembiayaan yang bersumber dari dana Universal Service Obligation (USO), Rupiah Murni APBN, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor komunikasi dan informatika.

“Ibarat rental mobil, rentalnya pakai perusahaan A tapi yang punya mobil itu semua ada pihak ketiga,” ujarnya.

Dirut Anang Latif menegaskan pemilihan pemenang mitra KSO dilakukan dengan pertimbangan penyedia yang kompeten dalam memberikan layanan seluler 4G berkelanjutan bagi masyarakat 3T di 9 area kerja sama.

Menurutnya, selama proses pemilihan yang dimulai sejak pertengahan 2021 lalu, dilakukan dengan dasar hukum pelaksanaan KSO. “Yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 129 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan BLU, dan Peraturan Direktur Utama BAKTI Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Operasional Pemanfaatan Aset BAKTI dan Aset Pihak Lain di Lingkungan Badan Layanan Umum BAKTI,” jelasnya.

Dirut BAKTI Kementerian Kominfo menjelaskan, proyek pembangunan infrastruktur BTS 4G merupakan salah satu tugas besar Kementerian Kominfo dalam dua tahun mendatang.

“Tentunya program ini merupakan program percepatan yang semula kami targetkan di tahun 2032, mengalami percepatan 10 tahun lebih awal,” tandasnya.

Ditambahkannya, total infrastruktur BTS 4G yang akan dibangun sejumlah 7.904 BTS 4G. Dari jumlah tersebut, diproyeksikan akan selesai dibangun secara bertahap hingga akhir tahun 2022.

“Pembangunan 7.904 BTS 4G ini terbagi dalam 9 area paket kerja sama. Jadi, jumlah ini tentunya menggenapi sebanyak 9.113 desa dan kelurahan yang masuk dalam kategori daerah 3T yang belum terjangkau memiliki atau mendapatkan sinyal 4G,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.209 desa dan kelurahan telah dibangun BTS dengan teknologi 2G yang kemudian sudah di-upgrade menjadi teknologi jaringan 4G mulai tahun 2020.

Pada tahun 2021, Menkominfo Johnny G. Plate telah melakukan peletakan batu pertama Implementasi Program Infrastruktur BTS 4G di Desa Kelanga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya 23 April 2021 lalu.

“Peristiwa ini menandai dimulainya pembangunan infrastruktur BTS 4G secara masif di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan dalam memastikan tersedianya layanan seluler 4G di wilayah 3T, Kementerian Kominfo melalui Badan Layanan Umum BAKTI kemudian menyelenggarakan KSO bersama operator seluler.

“BAKTI melakukan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan operator seluler yang memiliki lisensi penyelenggaraan layanan jaringan bergerak seluler di Indonesia,” tuturnya.

Wilayah layanan BTS 4G secara rinci terbagi dalam  9 area. Mitra KSO terpilih masing-masing memberikan layanan sebagai berikut:

Paket Semangat Kemerdekaan
Area 1 - Sumatera dengan mitra terpilih (XL Axiata), Area 2 - Nusa Tenggara dengan mitra terpilih (Telkomsel), Area 3 - Kalimantan dengan mitra terpilih (Telkomsel), Area 4 Sulawesi dengan mitra terpilih (Telkosmel), Area 5 Maluku dengan mitra terpilih (Telkosmel), Area 6 wilayah Papua Barat dengan mitra terpilih (Telkomsel), Area 7 Papua Tengah Barat dengan mitra terpilih (Telkomsel), Area 8 Papua Tengah Utara dengan mitra terpilih (Telkomsel) dan Area 9 wilayah Papua Timur Selatan dengan mitra terpilih (Telkomsel).

Sementara Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan persiapan integras BTS akan segera dilakukan untuk memberikan layanan kepada masyarakat.

“Dengan terpilihnya mitra KSO BLU BAKTI Kominfo di 9 area paket kerja sama, maka proses persiapan integrasi BTS secara bertahap dapat dilakukan, dan BTS yang sudah dibangun dapat segera beroperasi memberikan layanan seluler 4G kepada masyarakat di wilayah 3T,” ujarnya.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year