Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Kolom Opini

Anak band menjadi komisaris Telkom, kenapa tidak?

10:18:36 | 06 Jun 2021
Anak band menjadi komisaris Telkom, kenapa tidak?
Pengurus Telkom hasil RUPST Tahun Buku 2020
Angkasa Pura 2
Akhir bulan Mei ini sosial media terutama twitter dihebohkan pengangkatan seorang gitaris band ternama sebagai komisaris Telkom.

Pemerintah RI dalam hal ini Kementrian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas Telkom (52.1%) melalui RUPS tangal 28 Mei 2021 telah mengangkat Abdi Negara Nurdin atau yang dikenal dengan Abdee Slank sebagai komisaris independent PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) bersama dengan tujuh anggota komisaris lainnya.

Bagi masyarakat umum tentu ini mmemunculan pertanyaan hingga memicu polemik pro dan kontra. Terlepas penunjukan ini merupakan hak prerogative pemegang saham, namun benarkah hal tersebut akan kontra produktif terhadap bisnis Telkom?

Telkom saat ini merupakan market leader di industri telekomuniaksi tanah air, kepiawaian Telkom dalam menjalankan bisnis hingga menjadi perusahaan besar seperti saat ini banyak mendapatkan pengakuan yang terbaru Telkom masuk dalam release Forbes Global 2000 edisi ke-19 tahun 2021 , alias daftar 2.000 perusahaan global yang terbesar, terkuat, dan paling berharga berdasarkan analisis empat metrik keuntungan pejualan aset dan nilai pasar. Di dalam pasar modal Indonesia Telkom masuk jajaran top 4 dengan kapitalisasi terbesar.

Telkom menutup tahun 2020 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp136 triliun naik tipis 0,7% dengan kontribusi kenaikan dari segment consumer yaitu melalui produk Indihome, sementara pemberat pertumbuhan ada di segment mobile yaitu dengan turunnya legacy hampir penurunannya sepertiga dan pendapatan broadband yang naik tipis.

Sejatinya pendapatan Telkom sudah mengalami stagnasi sejak tahun 2018 hal ini tidak terlepas dari pendapatan Telkomsel yang mengalami penurunan sejak tahun 2017 dan belum bisa pulih hingga sekarang.

Namun sejatinya ini adalah trend global dimana semua operator telekomunikasi mengalami saturasi artinya semua operator juga mengalami seperti Bharti (India), Telstra (Australia), NTT (Jepang) dan lainnya.

Penurunan pendapatan ini akibat adanya shifting belanja pelanggan ke digital business dengan banyaknya muncul OTT dan content providers sehingga jaringan akses internet hanya menjadi komoditas yang semakin turun harganya (price per gigabyte). Menyadari tren ini banyak operator yang mencoba menggarap bisnis baru (digital business) sembari menjaga bisnis connectivity.

Dalam konteks Telkom, perusahaan bertekad untuk menjadi digital telco yang kemdian memfokuskan bisnisnya pada 3 pilar domain bisnis yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital service. Connecttivity yang terdiri dari SDN, NFV 5G, FTTx dan satelte. Digital Platform terdiri dari Big Data, Data Centre, IoT, Cyber Security dan Artificial Intelligence, dan Digital Services untuk layanan enterprise dan consumser.

Bahkan sejak tahun 2012 Telkom sudah mengumumkan empat sector layananya yaitu TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment). Artinya Telkom tidak melulu bisnis Infrastruktur Telekomunikasi seperti yang diketahui kebanyakan netizen.

Untuk mejalankan portfolio bisnisnya tersebut Telkom memiliki entitas anak dengan kepemilikan langsung sebanyak sebelas perusahaan, dan entitas dengan kepemilikan tidak langsung atau cucu dua puluh tiga perusahaan.

Eksplorasi binsis baru secara organik sudah dilakukan oleh anak perusahaan Telkom yaitu Telkomsel yang kemudian melahirkan beberapa layanan bahkan entitas baru diantaranya fintech LinkAja, Dunia Game, Maxstream (streaming video on demand), langit Musik (streaming music on demand) dan lainnya. Eskplorasi digital content juga dilakukan oleh  PT Melon Indonesia. Melon Indonesia dibentuk tahun 2010 sebagai usaha patungan (Joint Venture Company) antara Telkom dengan SK Telecom Korea untuk menghadirkan layanan musik digital di Indonesia. Di akhir tahun 2016, Telkom mengakuisisi seluruh saham SKT, sehingga menjadi 100% dimiliki oleh Telkom.

Fokus bisnis Melon Indonesia adalah layanan musik digital, seperti: audio streaming, video, karaoke, full track download, music box, ring back tone, text content, IVR, dan lain-lain. Salah satu produknya adalah Langit musik yaitu layanan musik streaming dari Indonesia dengan gratis akses datanya lewat jaringan Telkomsel bisa download googlle play dan app store dan indihome tv.

Paket Semangat Kemerdekaan
Salah satu produknya adalah langit musik yaitu layanan musik streaming dari server di Indonesia dengan gratis akses datanya lewat jaringan Telkomsel bisa download google play dan app store dan indihome tv. Pemain yang sama di layanan streaming musik ini adalah Spotify dan Joox yang merupakan global player, sementara aplikasi streaming musik lokal lainnya seperti Yonder milik XL Axiata dan Arena milik Indosat sudah lama menyerah menghentikan layanannya, sehingga tersisa langitmusik yang masih bertahan sejak 2019.

Strategi lebih fokus pada konten lokal yaitu musik Indonesia menjadi kunci bagi langit musik bisa bertahan dan menjadi tuan rumah bagi musik Indonesia. Sekitar dua pertiga streaming di platform langit musik adalah lagu Indonesia. Untuk bisa sustain dan menghasilkan revenue bahkan profit tentu ini tantangan yang tidak mudah.

Di sinilah diperlukan kerjasama dengan pemangku kepentingan di industri kreatif musik, baik itu teknologi enabler, para label dan musisi atau eksosistem industri musik. Penunjukan pelaku industri musik yang memiliki entrepreneurship dapat mempercepat sinergi ekosistem industri ini sehingga bisa tumbuh bersama ditengah gempuran konten dan pemain global.(*)
 
Ditulis oleh Zaid Muttaqien, Praktisi di salah satu operator seluler

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year