telkomsel halo

Tiga hal ini menjadi preferensi online di 2020

03:09:06 | 06 Apr 2021
Tiga hal ini menjadi preferensi online di 2020
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) - Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah cara pandang dan aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga kebiasaan online mereka. Tahun lalu khususnya, dengan hampir semuanya berlangsung secara online, sejumlah besar orang menghabiskan lebih banyak waktu di internet daripada sebelumnya. Ini termasuk anak-anak di seluruh dunia khususnya di Indonesia yang secara tidak langsung membentuk minat dan kebiasaan mereka menjelajah dunia internet.

Data terbaru Kaspersky mengonfirmasi bahwa perangkat lunak, audio, dan video menjadi paling populer di kalangan anak-anak di negara tersebut (47,54%) dari Januari hingga Desember 2020, dengan Mei menyumbang persentase tertinggi sebesar 50,29% untuk kategori ini. Hal tersebut dapat dipicu oleh banyaknya anak yang sudah memulai belajar dari rumah bulan ini tahun lalu di Indonesia. Hal ini juga terlihat dari bertambahnya waktu yang dihabiskan untuk menonton video dan mendengarkan musik, yang mungkin bisa menjadi pilihan saat mereka bersantai di tengah pandemi.

Preferensi online anak Indonesia kemudian diikuti oleh media komunikasi internet (26,40%) dan permainan komputer atau computer games (12,85%) pada tahun 2020. Statistik tersebut berdasarkan data anonim yang dikumpulkan oleh Kaspersky Security Network (KSN) dari pengguna Kaspersky Safe Kids di platform Windows dan macOS di negara tersebut.

Perlu dicatat bahwa seiring penerapan sekolah secara daring di Indonesia saat itu, komunikasi melalui platform media sosial juga dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan. Selain itu, anak-anak di seluruh dunia termasuk Indonesia mencatat persentasi rendah dalam mengunjungi situs game. Ini dapat dipahami mengingat sejumlah kegiatan seperti pembelajaran dari rumah semakin intens akibat pandemi.

Paket Semangat Kemerdekaan
“Kita melihat fakta bahwa anak-anak zaman sekarang mulai berinteraksi dengan teknologi sejak usia dini, dan tidak mengenal dunia tanpa internet, komputer, dan perangkat seluler. Dengan dimulainya pandemi, keterpaparan dan keterkaitan teknologi dalam kehidupan mereka sekarang menjadi lebih besar dari sebelumnya - baik untuk kegiatan belajar maupun bersantai. Karena mereka hidup di era Internet, kami bertanggung jawab untuk memastikan ketersediaan ruang yang aman bagi mereka dalam tumbuh kembang dan belajar, serta memberikan perlindungan dari paparan konten negatif dan bahaya yang merajalela di Web,” kata General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong.

Meski hanya sebagian kecil, pada tahun 2020 lalu Kaspersky masih memblokir beberapa upaya anak-anak di Indonesia untuk mengunjungi situs-situs terkait konten berbahaya seperti pornografi (0,48%), persenjataan (0,18%), perjudian internet (0,10%), dan obatan terlarang (0,03%).

“Dengan hampir semua anak dan remaja di Indonesia saat ini adalah pengguna internet, maka peran para orang tua dan orang dewasa menjadi semakin kritis. Kami mendorong orang tua untuk meninjau kembali asumsi tentang kebiasaan online anak-anak mereka. Penting untuk memiliki dialog secara terbuka dan saling percaya dengan anak-anak Anda, seiring banyaknya peredaran predator dan konten berbahaya yang bersembunyi di internet," tambahnya.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year