Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
HUT RI ke 75
telkomsel halo

2025, Ekonomi digital Asean capai US$200 miliar

04:07:42 | 16 Nov 2020
2025, Ekonomi digital Asean capai US$200 miliar
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Pandemi Covid-19 memang memberikan dampak hebat bagi perekonomian dunia di mana semua negara tanpa terkecuali menghadapi pertumbuhan ekonomi negatif. Di ASEAN, lebih dari 30 juta masyarakatnya terancam kehilangan pekerjaan.

Namun, Presiden Joko Widodo dalam sambutan pengantarnya pada forum diskusi yang membahas teknologi dan masa depan pekerjaan di ASEAN yang merupakan bagian dari ASEAN Business and Investment Summit 2020 mengatakan bahwa kita semua harus tetap percaya bahwa masih ada peluang di tengah kesulitan yang saat ini dihadapi.

"Kita harus tetap optimistis. Walaupun banyak masalah tetapi ada kesempatan besar. Di tengah pandemi ini justru kita melihat percepatan perkembangan digitalisasi," ujarnya melalui tayangan video yang juga diunggah oleh kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 14 November 2020.

Baik kawasan ASEAN maupun Indonesia memiliki potensi digital yang sangat besar. Pada tahun 2025 mendatang, ekonomi digital ASEAN diproyeksikan berada pada kisaran US$200 miliar, sementara untuk kurun waktu yang sama di Indonesia, diperkirakan mencapai US$133 miliar.

"Namun, tantangan transformasi digital masih sangat banyak. Pertama, banyak jenis usaha dan pekerjaan lama yang tutup. Sekitar 56 persen pekerjaan di lima negara ASEAN terancam hilang akibat otomatisasi," kata Presiden.

Selain itu, kesenjangan digital di negara ASEAN juga dipandang masih sangat besar. Penetrasi internet sebagai infrastruktur utama ekonomi digital belum merata di seluruh negara ASEAN. Presiden mengungkap, dari 10 negara ASEAN, hanya 3 negara yang memiliki tingkat penetrasi internet di atas 80 persen.

"Menghadapi tantangan di atas kita harus melakukan berbagai terobosan. Business as usual bukanlah pilihan. Kita harus mempercepat transformasi digital. Apalagi saat ini kegiatan ekonomi digital ASEAN masih kecil, hanya sebesar tujuh persen dari total PDB ASEAN," ucapnya.

Untuk itu, terdapat sejumlah hal yang harus terus didorong oleh negara-negara ASEAN. Pertama, memastikan bahwa revolusi digital berjalan secara inklusif dengan memperhatikan aspek access, affordability, dan ability.

"Penyiapan infrastruktur digital yang memadai dan merata di seluruh kawasan harus menjadi agenda utama, bukan saja untuk masyarakat di perkotaan, namun juga di desa-desa dengan harga yang terjangkau dan disertai dengan peningkatan literasi melalui upskilling dan reskilling dari sumber daya manusianya," tutur Presiden.

Kedua, ASEAN juga harus bergerak agar dapat menjadi pemain besar dalam ekonomi berbasis digital sekaligus menjadikan ekonomi digital sebagai kekuatan utama ASEAN. Presiden menegaskan bahwa ASEAN tidak boleh hanya menjadi sekadar pasar digital, melainkan harus tumbuh menjadi kekuatan besar yang mampu membantu UMKM di ASEAN masuk ke dalam rantai pasok global.

Presiden Joko Widodo yakin bahwa percepatan transformasi digital UMKM akan mendorong bangkitnya roda perekonomian kawasan. Pemerintah masing-masing negara ASEAN disebutnya juga harus memiliki andil yang lebih besar dalam mendorong transformasi digital.

Paket Semangat Kemerdekaan
"Indonesia sendiri memiliki ekosistem digital yang menjanjikan. Indonesia mempunyai startup sebanyak 2.193 tahun 2019, kelima terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki 1 decacorn dan 4 unicorn. Sejak tahun 2018 Indonesia mengembangkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Kami membangun industri manufaktur dan pengembangan pusat-pusat inovasi. Kami memberikan insentif fiskal berupa super tax deduction bagi industri yang berinvestasi di research dan development," ungkapnya.

Terakhir, Kepala Negara menyebut bahwa sinergi kuat antara negara-negara ASEAN amat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem digital yang kondusif di Kawasan. Hambatan perdagangan digital harus dieliminasi, kepastian hukum harus dibangun, penyederhanaan prosedur dan sistem perizinan harus terus dilakukan, hingga memperkuat kemitraan antara pemerintah dan swasta untuk memperkuat konektivitas digital.

HUT RI ke 75
"Sinergi ini harus bersifat inklusif. Tidak ada satupun yang boleh tertinggal. Itulah prasyarat jika kita ingin menjadikan kawasan ASEAN sebagai pemenang dalam era transformasi digital ini. No one left behind," tandasnya.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan