Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
HUT RI ke 75
telkomsel halo

DPR ingatkan banyak PR untuk TV digital

09:36:55 | 05 Okt 2020
DPR ingatkan banyak PR untuk TV digital
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengingatkan pemerintah memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR) untuk melakukan analog switch off (ASO) guna migrasi ke TV digital.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Nurul Arifin mengakui bahwa satu urgensi dalam program digitalisasi sudah berlangsung cukup lama, dan untuk saat ini menjadi satu momentum switch off dari TV analog ke digital, karena memang desakannya sudah cukup kuat. Meski demikian, ia meminta agar Pemerintah realistis dalam melaksanakan digitalisasi TV, karena masih banyak masyarakat yang menggunakan TV analog.

"Walaupun kita juga harus realistis bahwa di masyarakat sana masih banyak yang masih menggunakan TV analog atau TV tabung. Disebutkan jumlahnya ada sekitar 6,6 juta kepala keluarga," ujar Nurul di sela-sela Rapat Baleg DPR RI yang membahas digitalisasi TV pada Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker), belum lama ini.

Ia menyarankan Pemerintah untuk bersikap adil, karena tidak semua orang bisa membeli TV baru. Kendati kemudian ada kesepakatan untuk masyarakat pengguna TV tabung itu akan digunakan set of box-nya secara gratis.

"Itu akan kami kawal dan ini sebenarnya tantangan untuk Pemerintah, karena yang saya tahu, belum semua tempat itu siap dengan digitalisasi. Nah ini kembali tantangannya kepada Pemerintah," sambungnya.

Paket Semangat Kemerdekaan
Ia mengaku akan terus mengawal dan mengawasi Pemerintah terkait hal tersebut agar tidak menguntungkan satu kelompok ataupun segelintir orang. Meski demikian hal ini merupakan cerminan dari kemajuan teknologi yang tak bisa dihindari. "Ini kan kemajuan teknologi kita tidak bisa menghindar,” imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR RI itu pun juga mengingatkan bahwa pekerjaan rumah Pemerintah tentang hal ini masih tidak meratanya frekuensi jaringan di daerah.

HUT RI ke 75
"Ada juga daerah yang memang secara frekuensi belum siap infrastrukturnya. Nah ini makanya harus dikawal terus. Kita sudah oke digitalisasi, tapi Pemerintah juga harus menyelesaikan pekerjaan rumah untuk daerah yang belum siap itu," tutup Nurul.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan