Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
HUT RI ke 75
telkomsel halo

INTI banjir proyek selama pandemi Covid-19

11:34:09 | 30 May 2020
INTI banjir proyek selama pandemi Covid-19
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
BANDUNG (IndoTelko) – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) alias INTI mengalami peningkatan jumlah proyek secara signifikan pada masa pandemi Covid-19. 

Setidaknya tercatat per Mei 2020, terdapat sebanyak 80% yang diklasifikasikan sebagai proyek positif, atau meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu, hanya sekitar 20% yang berstatus positif. Namun, pada masa pandemi ini justru meningkat tajam. Targetnya, tahun ini 100% proyek INTI full positive,” ungkap Direktur Utama INTI Otong Iip, Jumat (29/05).

Sejak pertengahan kuartal I-2020, INTI memiliki sejumlah proyek berskala nasional yang sempat mengalami perlambatan akibat adanya pandemi Covid-19. Namun, di sisi lain, INTI justru mendapatkan berbagai proyek baru berskala nasional di bidang telekomunikasi yang mengubah komposisi jumlah proyek positif Perusahaan.  

Dari hasil kajian INTI, peningkatan jumlah proyek itu terjadi lantaran Perusahaan terus menggenjot bisnis di bidang Manufacture and Assembly dan Managed Service agar tidak berdampak pada perlambatan kinerja, di saat perusahaan lain memutuskan untuk menahan aksi korporasi di tengah pandemi Covid-19.  “Pandemi ini justru membuat INTI kebanjiran orderan,” ujar Otong Iip.

Lima Skenario  
Peningkatan jumlah proyek berstatus positif itupun memaksa INTI untuk bekerja cepat dengan tetap menerapkan sejumlah protokol, prosedur kerja, dan skenario yang ketat agar tidak ada pihak yang terdampak pandemi Covid-19. Apalagi, mayoritas bisnis Perusahaan melibatkan banyak personil lapangan dan mobilisasi lintas area. 
 
INTI telah menyiapkan enam protokol kesehatan khusus untuk aspek interaksi karyawan, pelanggan, mitra usaha, vendor, dan pemangku kepentingan lainnya. Selain protokol interaksi yang telah disosialisasikan pada semua pihak itu, INTI pun telah menerapkan protokol implementasi The New Normal untuk mendukung berbagai prosedur terkait pandemi Covid-19 yang telah dijalankan di seluruh unit kerja serta anak perusahaan dan afiliasi sejak 23 Maret 2020. 

Penyusunan protokol itu sesuai dengan arahan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S-336/MBU/05/2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal BUMN serta mengadopsi Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri Dalam Rangka Mendukung Keberlangsungan Usaha Pada Situasi Pandemi. 

Direktur Bisnis INTI Teguh Adi Suryandono yang juga bertindak sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) menyebutkan, INTI memiliki dua fokus utama dalam implementasi The New Normal. Objektif pertama yaitu aspek people yang mengharuskan adanya pengamanan terhadap orang, meliputi karyawan, pelanggan, mitra usaha, vendor, dan pemangku kepentingan lainnya.

Lalu, objektif kedua yaitu business continuity yang mewajibkan pengamanan terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan. Poin ini dijalankan dengan menggenjot peluang bisnis baru yang relevan terhadap perubahan pola kegiatan industri menuju The New Normal. 

Dua fokus utama implementasi The New Normal tersebut siap dijalankan melalui lima fase skenario. Direktur Keuangan INTI Tri Hartono Rianto yang juga bertindak sebagai Wakil Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) ikut menjelaskan, fase pertama meliputi penyusunan dan rilis protokol perlindungan karyawan, pelanggan, mitra usaha, vendor, dan pemangku kepentingan lainnya, serta prosedur kerja di tiap unit bisnis sesuai protokol Covid-19, yang dilanjut dengan tahapan evaluasi kesiapan protokol The New Normal. 

Paket Semangat Kemerdekaan
Fase I yang telah dijalankan ini berlanjut ke Fase II yaitu implementasi skenario The New Normal untuk proses bisnis yang kritikal terhadap kelangsungan usaha, yaitu pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan perangkat telekomunikasi (repair), produksi, dan proyek. Pada fase ini juga dijalankan tahapan evaluasi penerapan prioritas skenario The New Normal sebelum beranjak ke skenario berikutnya.

Selanjutnya pada Fase III, IV, dan V, INTI akan menerapkan secara penuh skenario The New Normal di seluruh proses bisnis Perusahaan, yang diakhiri dengan evaluasi penerapan skenario tersebut. 

HUT RI ke 75
“Perusahaan telah menjalani serangkaian assessment dari Kementerian BUMN. Hasilnya, INTI 100% ready facing the new normal,” kata Tri.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan