Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Reorganisasi, jurus Indosat hadapi disrupsi teknologi

09:33:00 | 28 Feb 2020
Reorganisasi, jurus Indosat hadapi disrupsi teknologi
Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Irsyad Sahroni (sg)
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Indosat Tbk (ISAT) menyatakan reorganisasi dengan memutus hubungan kerja  677 karyawannya merupakan salah satu cara perseroan merespon disrupsi teknologi.  

Total 622 karyawan menyetujui PHK dari total 677 karyawan yang di PHK.  Seluruh karyawan yang menerima PHK rata-rata menerima 43 bulan gaji, dan terendah sebesar 14 bulan gaji. 

"Terendah kami berikan 14 bulan gaji.  Itu untuk karyawan yang masa kerjanya belum satu tahun," kata Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Irsyad Sahroni di hadapan beberapa Media di Jakarta kemarin (27/2).

Dikatakan Irsyad, Indosat perlu ramping dalam menjalankan roda perusahaan ke depannya.  "Organisasi yang kegemukan membuat kita kurang lincah.  Dan ini bukan hanya lambat, tapi decision making lebih kompleks dari seharusnya.  Sehingga perlu diambil langkah-langkah strategis salah satunya PHK," tambahnya.  Menurutnya, strategi bisnis ini tidak semata-mata PHK.  Pihaknya juga melakukan reposisi terhadap karyawan-karyawan yang dinilai mampu menempati posisi-posisi strategis lainnya.

Bukan Saving Cost
Dijelaskannya, keputusan PHK sudah digodok sejak tahun lalu dan bukan hal yang tiba-tiba.  "Kami merencanakan dan menyusun strategi bisnis ini sudah setahun lalu.  Proses komunikasi kami lakukan serentak di seluruh Indonesia terhadap sekitar 2 ribu karyawan," paparnya.

Irsyad mengatakan, pada Senin, sudah 90 persen menandatangani persetujuan dan hari ketiga hingga kemarin, sudah 92 persen. "Dari 677 orang itu, 53 masih belum terima hingga hari ini. Sementara 620 sekian sudah menyatakan menerima dan sudah mengikuti pelatihan pascakerja," tegasnya.

Irsyad juga mengaku tetap memperhatikan kesejahteraan karyawan yang sudah menyetuji PHK.  "Bahkan kami cover juga sampai medical hingga Januari 2021," tuturnya.  Pihaknya juga melakukan komunikasi dan menjalin kerja sama dengan mitra-mitranya.  Salah satunya mitra Managed Service, gunanya untuk memberi kesempatan bagi karyawan yang terdampak agar tetap dapat bekerja di bawah naungan para mitra.

Paket Semangat Kemerdekaan
Irsyad membantah jika ada intimidasi dalam penyampaian rencana PHK kepada 677 karyawan. Seluruh karyawan dipanggil secara terpisah dan dijelaskan hak yang akan didapatkan jika setuju dirumahkan.  "Tidak ada intimidasi," tegasnya.

Indosat juga menegaskan PHK yang dilakukan bukan semata-mata merupakan langkah untuk mengurangi beban.  "Keputusan PHK yang kami lakukan tidak bertujuan untuk saving cost.  Sama sekali bukan itu," tegas Irsyad lagi. 

Ia pun memastikan tidak akan ada rencana melakukan PHK gelombang kedua tahun depan. (sg)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan