Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
HUT RI ke 75
telkomsel halo

Bravo! Kominfo selamatkan tiga slot orbit satelit

04:23:49 | 25 Nov 2019
Bravo! Kominfo selamatkan tiga slot orbit satelit
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
SHARM EL-SHEIKH (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berhasil menyelamatkan filing tiga slot satelit miliknya setelah melalui proses pembahasan yang panjang dari level sub working group, working group hingga  Committee di sidang World Radiocommunications Conference 2019 (WRC-19).

Chairman World Radiocommunications Conference 2019 (WRC-19) akhirnya membacakan keputusan sidang WRC-19 pada Pleno ke-12 WRC-19 mengenai persetujuan Sidang WRC-19 untuk perpanjangan masa regulatori untuk filing satelit PSN-146E di slot orbit 146 BT dan filing satelit GARUDA-2 di slot orbit 123 BT.

Sebelumnya, keputusan yang sama telah dibacakan oleh Chairman WRC-19 pada sidang pleno ke-10 pada tanggal 20 November 2019 untuk persetujuan perpanjangan filing satelit Indonesia lainnya, PALAPA-C1-B di slot orbit 113 BT.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan persetujuan seluruh negara anggota ITU setelah Delegasi Indonesia berhasil meyakinkan semua negara anggota ITU mengenai pentingnya filing satelit tersebut bagi Indonesia dan berhasil merundingkan masalah koordinasi satelit dengan negara yang terdampak dengan filing satelit Indonesia tersebut seperti Australia, Uni Emirat Arab, Tiongkok, Malaysia, Luksemburg, Inggris, Perancis, Jepang, Republik Korea, Belanda, India, dan Papua Nugini.

Sidang WRC merupakan sidang yang dilaksanakan secara berkala oleh ITU setiap 3-4 tahun untuk menyusun aturan dan rencana internasional mengenai penggunaan spektrum frekuensi radio di masa depan serta menyusun peraturan internasional mengenai penggunaan orbit satelit.

Hasil sidang WRC akan diadopsi dalam Peraturan Radio ITU yang menjadi acuan perencanaan penggunaan frekuensi radio nasional di Indonesia. Sidang WRC-19 kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober – 22 November 2019 di Sharm El-Sheikh, Mesir.

Agenda yang dibahas dalam sidang WRC-19 mencakup perencanaan frekuensi radio untuk keperluan seluler/IMT, satelit, penerbangan, maritim, kereta api, penginderaan jauh, HAPS, RLAN, serta regulasi penggunaan slot orbit untuk satelit di Geostationary Orbit (GSO) maupun Non-GSO.  

"Dalam sidang WRC-19 ini, Indonesia mengajukan beberapa proposal mengenai rencana penggunaan frekuensi radio dan aturan penggunaan slot orbit," terang PLT Kepala Humas Kominfo Ferdinandus Setu dalam rilisnya kemarin.

Salah satu proposal yang strategis bagi Indonesia adalah proposal mengenai permintaan agar Indonesia diberi perpanjangan masa regulasi 3 filing satelit Indonesia, yaitu PALAPA-C1-B (113BT) pada frekuensi Ku band, GARUDA-2 (123 BT) pada frekuensi L band, dan PSN-146E (146BT) pada frekuensi Ka band.

Ketiga filing satelit ini sangat penting bagi Indonesia karena akan  digunakan untuk menempatkan dan mengoperasikan satelit Indonesia untuk mendukung program penyediaan layanan komunikasi broadband bagi masyarakat Indonesia.

Filing satelit PALAPA-C1-B di slot orbit 113BT akan digunakan untuk menempatkan satelit Nusantara Dua yang akan diluncurkan tahun 2020.

Paket Semangat Kemerdekaan
Filing satelit PSN-146E di slot orbit 146BT akan digunakan untuk menempatkan satelit SATRIA milik BAKTI Kemkominfo yang akan diluncurkan pada tahun 2023 untuk memberikan layanan broadband untuk masyarakat Indonesia di daerah-daerah terluar, tertinggal dan terdalam.

Sedangkan filing satelit GARUDA-2 di slot orbit 123BT akan digunakan untuk menempatkan satelit yang akan memberikan layanan telepon satelit yang akan diluncurkan pada tahun 2024.

HUT RI ke 75
"Dengan demikian, keberhasilan Indonesia untuk mendapatkan perpanjangan waktu regulatori filing satelit Indonesia tersebut sangat strategis bagi kepentingan pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk akses telekomunikasi terutama di daerah-daerah terluar, terdalam dan tertinggal. Apabila Delegasi Indonesia gagal untuk mendapatkan persetujuan Sidang WRC-19, maka Indonesia tidak dapat menempatkan satelit barunya menggunakan filing tersebut. Mengusahakan filing baru di slot orbit tersebut sudah sangat sulit mengingat kepadatan slot orbit GSO saat ini," katanya.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan