Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Indosat kembali ke jalur juara?

05:39:09 | 11 Nov 2019
Indosat kembali ke jalur juara?
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,4% menjadi Rp 18,9 triliun hingga kuartal III-2019, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 16,77 triliun.

Pendapatan seluler masih menjadi penyumbang terbesar, yakni 80% atau sebesar Rp 15,1 triliun.

Pendapatan ini bertumbuh 14,5%, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pertumbuhan tersebut tertinggi dibandingkan perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

Banyak kalangan menilai kinerja hingga kuartal ketiga 2019 ini menunjukkan anak usaha Ooredoo ini seperti kembali ke jalur juara di kompetisi seluler nasional.

Pasalnya, Telkomsel meraih pendapatan sebesar Rp68,3 triliun hingga kuartal III-2019 atau naik 3,9% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp65,7 triliun.

Sementara XL Axiata berhasil meraih pendapatan sebesar Rp18,73 triliun hingga kuartal III-2019 atau naik 11% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp16,94 triliun.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan Top Line, hal yang wajar banyak kalangan menilai Indosat tengah kembali ke jalur yang "Benar".

Analis Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam risetnya menilai realisasi pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 12,4% menjadi Rp 18,85 triliun hingga September 2019 dari Indosat sudah sesuai ekspektasi dan konsensus analis.

“Raihan tersebut setara dengan 77% dari target kami terhadap pendapatan tahun ini. Sedangkan berdasarkan konsensus analis mencapai 75% dari target pendapatan tahun ini,” tulisnya dalam riset itu.

Kunci sukses Indosat kembali mampu bersaing dianggap karena perluasan jangkauan jaringan 4G ditambah strategi pemasaran paket internet.

Hingga kini, Indosat telah mengoperasikan lebih dari 29 ribu BTS 4G dengan cakupan populasi mencapai 83,5%.

Masih dalam kajian tersebut terlihat Indosat menunjukkan perbaikan kualitas pendapatan yang ditunjukkan dari penurunan diskon tarif sebesar 44,8% dari Rp 4,18 triliun hingga September 2018 menjadi Rp 2,31 triliun hingga September 2019.

Telkom Marketing 2
Indosat menunjukkan pola penurunan diskon secara berkelanjutan dalam beberapa kuartal terakhir ini.

Danareksa Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap besarnya penyerapan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga September 2019. Rasio capex terhadap penjualan mencapai 45% hingga kuartal III-2019. Kenaikan tersebut memang membuat rasio utang terhadap EBITDA juga naik menjadi 2,7 kali.

“Kami menilai bahwa peningkatan belanja modal akan berimbas terhadap kenaikan pendapatan selular perseroan dalam beberapa kuartal mendatang,” terangnya.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma