Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Huawei dan XL Axiata makin erat genjot digitalisasi bisnis

08:43:00 | 27 Okt 2019
Huawei dan XL Axiata makin erat genjot digitalisasi bisnis
Markas Huawei, Shenzen (dok)
telkomtelstra januari - maret
SHENZEN (IndoTelko) – Baru-baru ini XL Axiata dan Huawei menyepakati kolaborasi dalam hal digitalisasi bisnis yang meliputi perencanaan jaringan, pengiriman proyek dan operasi jaringan, serta digitalisasi penjualan dan pemasaran, yang akan dihadirkan melalui penggunaan penggunaan Artificial Intelligent (AI) serta platform dan tools inovatif untuk Data Science. 

Rencananya kolaborasi ini akan membantu XL Axiata dalam pengambilan keputusan secara lebih cepat dalam pembiayaan kegiatan pemasaran, perencanaan jaringan, serta pelaksanaan proyek yang pada akhirnya mempersingkat TTM dan meningkatkan efisiensi.

Dikatakan Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini, kemitraan yang dijalani ini akan mendukung dan memperkuat komitmen strategi 3R XL Axiata. Dian menjelaskan R yang pertama adalah Revamping atau pembenahan yang melibatkan pengalihan model bisnis telekomunikasi ‘dari berbasis volume ke berbasis nilai untuk memotong churn rate dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih berkelanjutan. Kedua adalah Rising Up the ‘Segment Ladder’ yang berarti mengembangkan model bisnis kohesif untuk memberikan akses kepada lebih banyak orang dengan menggeser proposisi nilai harga rendah untuk kemudian memberikan layanan bernilai tinggi di bawah merek XL. Ketiga adalah Reinvent yang merupakan bagian transformasi digital dari kesetaraan 3R, mencerminkan tujuan jangka menengah hingga jangka panjang dalam bervolusi dari sebuah perusahaan telekomunikasi menjadi pemain digital yang kuat.

Menurut Dian, perusahannya terus menampilkan semangat kepeloporannya dalam mentransformasi digitalisasi dengan proses digitalisasi, menyediakan produk-produk inovatif dan mengembangkan jaringan infrastruktur data yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan serta menciptakan kepuasan pelanggan.

Terbukti dengan hasil yang diperoleh XL saat ini.  XL berhasil memimpin industri dengan capaian 86% penetrasi smartphone dan 87% pendapatan layanan yang dibukukan pada semester pertama 2019 berasal dari Data. Pertumbuhan yang cepat pada jumlah pengguna data smartphone ini telah mengubah perilaku dan harapan pelanggan. Untuk terus mampu mengadopsi produk-produk serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan cepat, XL Axiata kian mengintensifkan strategi digitalisasi di seluruh prosesnya dan kegiatan operasi yang berfokus pada bisnis data.

Sementara itu  President of Southern Pacific Region, Huawei Technologies, Jeffery Liu mengungkapkan, sebagai enabler terpenting di dunia digital, operator telekomunikasi sudah seharusnya menjadi pelopor digitalisasi. “Melalui transformasi digital, mereka dapat membentuk kembali model bisnis dan operasionalnya agar makin gesit dan efisien. Seperti kita ketahui, data telah menjadi kekuatan penting yang mampu menjadi pendorong terwujudnya keberhasilan bisnis. Konvergensi data dan analitik akan membantu operator telekomunikasi untuk menghasilkan nilai bisnis yang lebih di era 4G dan 5G,” katanya. 

Ditambahkan Jeffrey, guna mewujudkan hal tersebut diperlukan pengintegrasian serta proses bisnis, jaringan dan data eksternal yang efektif dengan memanfaatkan AI, Big data, dan model algoritmik.

Telkom Marketing 2
Menurutnya digitalisasi akan menjadikan sinergi antara strategi, bisnis dan jaringan makin berdayaguna. Ini melibatkan keseluruhan matarantai ekosistem termasuk Telco, vendor, sub-kontraktor, saluran, dan lain-lain. “Kesimpulannya, transformasi digital menjadi sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan bagi industri Telekomunikasi, dan keterbukaan serta kolaborasi menjadi sangat penting baik bagi perusahaan telekomunikasi beserta para vendornya,” tambahnya.

Hingga saat ini XL Axiata menggunakan platform tervirtualisasi tunggal yang diberdayakan oleh alat analisis data berbasis AI untuk mengintegrasikan berbagai data dari sumber internal dan eksternal. Sistem ini menghasilkan skenario yang berorientasi pada pemodelan data, mendukung XL Axiata untuk merancang dan menampilkan kasus-kasus penggunaan yang berhasil di berbagai domain, seperti peningkatan kinerja para peritel dan jaminan pengalaman High Value User. Dengan begitu, XL Axiata dapat memprediksi akuisisi dan retensi pengguna di tingkat penjualan individu.

XL mampu membuat prakiraan trafik jaringan dengan tingkat akurasi tinggi hingga 12 bulan ke depan dan mampu memprediksi masalah kapasitas jaringan yang berpotensi terjadi lewat prakiraan lalu-lintas Artificial Intelligence (AI).  Hal ini sangat penting bagi XL Axiata dalam mengantisipasi kedatangan 5G. (sg)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma