Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Indonesia-Korea koordinasikan potensi interferensi satelit

05:22:46 | 07 Okt 2019
Indonesia-Korea koordinasikan potensi interferensi satelit
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
BALI (IndoTelko) -  Indonesia dan Korea menyepakati penyelesaian potensi interferensi untuk 38 agenda koordinasi satelit.

Kesepakatan dicapai dalam The 8th Satellite Coordination Meeting between the Administrations of the Republic of Indonesia and the Republic of Korea, belum lama ini.  

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi, kontribusi, serta kerja keras semua delegasi, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai apa yang diharapkan,” kata Kepala Delegasi Indonesia Mulyadi, seperti dikutip dari laman Kominfo belum lama ini.

Dalam pertemuan selama lima hari tersebut, dilakukan pembahasan sekitar 73 agenda koordinasi. Bahasan mencakup sekitar 55 filing satelit yang 26 diantaranya filling satelit Indonesia dan 29 filing satelit Korea, baik pada frekuensi unplanned band di pita L, C, Ku, Ka, dan Q/V, maupun frekuensi planned band di pita frekuensi Ku.

Administrasi Indonesia dan Korea akhirnya berhasil mensepakati penyelesaian potensi interferensi untuk 38 agenda koordinasi, sedangkan sisanya akan dilanjutkan dalam pembahasan di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Delegasi Korea Ms LEE Keounghee, secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menjadi tuan rumah. Ia juga mengapresiasi kedua delegasi atas tercapainya beberapa kesepakatan dalam kegiatan ini.

Telkom Marketing 2
Pertemuan administrator kedua negara bertujuan memberikan informasi terkini terkait jaringan satelit Indonesia dan Korea, serta mencari solusi penyelesaian permasalahan potensi interferensi antara jaringan satelit yang dimiliki. Ini adalah upaya untuk mempertahankan atau menambah slot orbit satelit yang dapat digunakan oleh Indonesia dalam rangka menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan penyiaran melalui satelit.

Koordinasi satelit Indonesia-Korea dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang diatur oleh International Telecommunication Union (ITU) dan merupakan suatu tahapan prosedur wajib bagi suatu administrasi untuk mendapatkan hak menggunakan slot orbit di angkasa.

Angkasa Pura 2
Indonesia memiliki beberapa operator satelit yaitu PT Telkom, PT Indosat, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT MediaCitra Indostar, PT Sarana Mukti Adijaya, PT Telkomsat, PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera, PT PSN Enam, PT Dini Nusa Kusuma, dan PT Wahana Telekomunikasi Dirgantara.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
Editorial
Jarimu harimaumu