Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Ericsson patahkan mitos dengan fakta 5G di Indonesia

10:27:00 | 22 May 2019
Ericsson patahkan mitos dengan fakta 5G di Indonesia
Ronni Nurmal VP Network Solutions Ericsson Indonesia
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Melalui riset wawancara langsung 1500 pengguna ponsel di Tanah Air yang mewakili 41 juta pengguna smartphone di Indonesia, Ericsson merangkumnya dalam 4 mitos dan fakta.

Dikatakan Presiden Direktur Ericsson Indonesia Jerry Soper, hasil penelitian oleh ConsumerLab 2019 secara tidak langsung mampu mematahkan mitos-mitos di industri ICT mengenai 5G.

Ditemukan oleh perusahaannya, konsumen di Indonesia menantikan kehadiran 5G dan berharap generasi baru dari konektivitas mobile ini dapat mengubah segalanya.  “Buat operator, ini merupakan keuntungan dan potensi bisnis akan adanya penambahan pendapatan sebesar 30% dari pasar 5G di tahun 2026,” kata Soper saat bincang-bincang dengan media di Jakarta kemarin (21/5).

Di tempat yang sama, dalam paparannya, Ronni Nurmal  VP Network Solutions Ericsson Indonesia menjelaskan,  sekitar separuh pengguna smartphone akan mengganti operator yang digunakannya dalam waktu 6 bulan bila operator yang mereka gunakan saat ini tidak memberikan layanan 5G.  Dikatakan Ronni, ini merupakan salah satu mitos dan fakta yang terungkap terkait layanan 5G di Indonesia bila kelak sudah beroperasi.  

Lewat 4 mitos dan fakta yang ditemui Ericsson, disimpulkan bahwa konsumen di Indonesia sangat menantikan layanan 5G dalam kurun waktu 2 tahun ke depan.  Bahkan tidak sedikit dari konsumen yang menginginkannya lebih cepat.

Berikut mitos dan fakta temuan Ericsson :

Mitos 1, 4G tidak memberikan manfaat jangka pendek bagi pelanggan.

Faktanya, pelanggan berharap kehadiran 5G dapat memberikan perubahan jaringan ke arah yang lebih baik, mampu membawa kemajuan dari kepadatan jaringan di perkotaan, dan menawarkan lebih banyak pilihan home broadband.

Mitos ke-2, Tidak ada penerapan 5G yang sesungguhnya dan tidak ada harga premium untuk layanan tersebut.

Faktanya bahwa pelanggan melihat nilai dalam layanan 5G dan berharap berbagai use case-nya dapat digunakan dan dinikmati masyarakat dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang.  Malah, sekitar 67 konsumen global menyatakan kesediaannya membayar untuk layanan itu.

Mitos ke-3, Ponsel pintar alias Smartphone adalah solusi tunggal untuk layanan 5G.

Faktanya, pemilik smartphone dengan edisi terbaru meragukan ponsel pintar masa kini dapat mendukung kemampuan 5G secara maksimal.

Mitos ke-4, Pola penggunaan saat ini memprediksi permintaan data di masa mendatang dengan akurat 

Telkom Marketing 2
Faktanya, Konsumen memprediksi perubahan besar dari penggunaan 5G di masa depan, dengan semakin tingginya pola konsumen video.

Sebanyak 76% responden di Indonesia mengatakan ponsel pintar akan tetap ada namun semua orang akan menggunakan kacamata AR dalam 5 tahun mendatang.  Mereka berharap smartphone akan terus berkembang. 50% mengharapkan layar yang dilipat, proyeksi holografik dan kamera 360 derajat sebagai fitur wajib yang dimiliki perangkat 5G mendatang. (sg)

Angkasa Pura 2
 

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma