Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya

Indonesia ingin Menjadi Sumber Energi Bagi Ekonomi Digital Asia

10:29:51 | 19 Feb 2016
Indonesia ingin Menjadi Sumber Energi Bagi Ekonomi Digital Asia
Presiden Joko widodo (tengah) bersama karyawan Googla asal Indonesia (dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Indonesia ingin menjadi sumber energi bagi ekonomi digital Asia dalam beberapa tahun mendatang.

"Indonesia bisa menjadi sumber energi bagi ekonomi digital Asia. Kita banyak miliki modal, mulai dari populasi, kreatifitas, dan lainnya. Agar ekonomi digital tumbuh cepat di Indonesia memang ada sejumlah hal yang kita lakukan,” kata Presiden Joko Widodo dalam lawatan ke Silicon Valley kemarin seperti dilaporkan Tim Kemenkominfo yang ikut mendampinginya.

Menurutnya, kunci dari breeding teknoprener adalah learning dan mentorship. “Ekonomi digital ini tumbuh cepat dan besar di Indonesia dengan benefit, talenta dan value-nya harus menetap di Indonesia. Kita maunya  posisi indonesia bukan hanya produsen, apalagi konsumen. Tapi posisi kita adalah sebagai player juga,” katanya.

Menkominfo Rudiantara menambahkan, ada tiga hal yang harus dipercepat untuk Indonesia menjadi sumber energi bagi ekonomi digital yakni Human Capital, Infrastructure, dan Capacity building.  

Bakti
Ditambahkannya, pelaku startup jika ingin sukses harus  membuka mindset dimana harusnya memberikan solusi untuk masalah yang ada. Fenomena sekarang, banyak pebisnis mendirikan  startup hanya untuk mendapatkan investasi.

telkom sigma
“Kita harus membangun jaringan mentor yg kompeten. Mentor itu bukan orang pinter dan hebat, namun yang mampu jalan dan membantu mengarahkan. Mentor harusnya bukan memberikan jawaban, apalagi solusi karena pengusaha sendirilah yang harus menemukan jawabannya. Strategi utama kita adalah membangun fondasi ekosistem yang kuat dan sustainable, dengan fokus di capacity tapi yang mau membuka dan building motivasi,” katanya.(wn)

Artikel Terkait
Telkom DES
More Stories
Indonesia Digital Network
Financial Analysis
XL kurangi kepemilikan di PDGDC