telkomsel halo

Broadband Dorong PDB Asia Pasifik Tembus US$ 1,2 triliun

12:05:48 | 23 Nov 2014
Broadband Dorong PDB Asia Pasifik Tembus US$ 1,2 triliun
Ilustrasi (dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Peningkatan koneksi broadband bisa membuat Produk Domestik Bruto (PDB)  menembus US$ 1,2 triliun dan menciptakan 35 pekerjaan baru pada 2020 di kawasan Asia Pasifik.

Demikian hasil laporan “Today, Tomorrow and the Future – Managing Data Demand in Asia Pacific” dari  riset Mason dan Huawei yang dikutip dari situs GSMA.

Dalam riset itu dinyatakan angka-angka diatas bisa tercapai jika pemerintah dikawasan Asia Pasifik berhasil mengharmonisasi dan mengalokasikan frekuensi ke operator serta mendukung teknologi baru yang mendukung mobile broadband.

“Regulator di kawasana Asia Pasifik harus secepatnya memberikan alokasi frekuensi ke operator agar penetrasi menjadi tinggi, sehingga dampak sosial itu bisa dirasakan,” kata President, Huawei Wireless Networks David Wang dalam situs tersebut.

Dari kajian GSMA sendiri terdapat spektrum yang belum dioptimalkan oleh operator di kawasan Asia Pasifik di rentang 600 MHz- 800 MHz yang bisa digunakan untuk mobile broadband.  

Dalam kajian lainnya dinyatakan setiap pertumbuhan 10% dari koneksi broadband membuat PDB tumbuh sekitar 0,26% dan 0,92%. Sedangkan setiap koneksi seribu broadband menciptakan 33 lapangan kerja baru. Pada 2020 diperkiarakan ada sekitar tiga miliar koneksi mobile broadband dengan konsumsi data sekitar  50,000 petabytes setiap tahun.

Secara terpisah, dari kajian Ovum terlihat operator bisa menangguk pendapatan sekitar US$ 50 miliar dari roaming layanan data pada 2019. Angka ini berkontribusi 56% dari total pendapatan roaming global. Kawasan Eropa berkontribusi sekitar 46% dari total pendapatan roaming global, sementara kawasan Asia pertumbuhan pertahunnya sekitar 12% pada 2019.(wn)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year