Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Kawasan Asia Pasifik Kuasai 50% Pasar Seluler

07:05:30 | 11 Jun 2014
Kawasan Asia Pasifik Kuasai 50% Pasar Seluler
Ilustrasi (Dok)
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Kawasan Asia Pasifik dianggap sebagai pasar yang strategis untuk pengembangan layanan seluler di masa depan.

Pasalnya, kawasan ini menguasai setengah dari populasi pengguna seluler global dan akan tetap kuat posisinya hingga 2020 mendatang.

GSMA dalam laporan terbarunya menyatakan ada sekitar 1,7 miliar pengguna di Asia Pasifik pada akhir 2013 lalu, sedangkan pengguna global sekitar 3,4 miliar nomor.

Pengguna di kawasan Asia Pasifik diperkirakan setiap tahun bisa tumbuh sekitar 5,5% hingga 2020 atau mencapai 2,4 miliar pengguna. Sedangkan jumlah koneksi di Asia Pasifik pada 2020 diperkirakan bisa mencapai  4,8 miliar. Koneksi berbasis 3G menguasai sekitar 25% dari akses, sementara 4G sekitar 3%.

"Kawasan Asia Pasifik menjadi pendorong tumbuhnya pengguna seluler mencerminkan pasar yang variatif,” ungkap  Direktur GSMA Anne Bouverot dilansir situs GSMA.

Diungkapkannya, konsentrasi pasar seluler di kawasan Asia Pasifik ada di Tiongkok, India, Jepang, dan Indonesia. Tiongkok pada 2013 memiliki 630 juta pengguna dengan jumlah koneksi mencapai 1,13 miliar.  Ini artinya pengguna di China memakai lebih dari satu SIM card selama 2013.

Paket Semangat Kemerdekaan
Pengguna di Tiongkok yang mengakses data sekitar 500 juta pada 2013 dimana hanya 130 juta yang hanya menggunakan suara dan SMS. Diperkirakan pada 2013 ada 600 juta pengguna internet di Tiongkok dimana 80% diakses melalui perangkat mobile.

Industri seluler berkontribusi sekitar US$ 864 miliar pada  gross domestic product (GDP) Asia Pasifik selama 2013 dengan menyediakan 3,7 juta lapangan kerja dan berkontribusi sekitar US$ 82 miliar bagi pendanaan publik.

Dalam enam tahun terakhir belanja modal dari operator di kawasan Asia Pasifik mencapai US$ 430 miliar. Operator diperkirakan menambah investasi sekitar US$ 730 miliar di periode 2014 hingga 2020.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom Digital Solution
Kuota Ketengan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Kuota Ketengan